NEWS

Hampir Deadline, Kajari Bangka Cek Proyek Pembangunan Instalasi Laboratorium

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Rilke Jeffri Huwae ‎didampingi Kasi Intel Kejari Bangka, Andri mendatangi RSUD Depati Bahrin untuk meninjau langsung proyek pembangunan instalasi laboratorium yang dikerjakan
oleh CV Maharani.

Masa pengerjaan proyek pembangunan instalasi laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat diketahui sudah memasuki waktu deadline. Proyek CV Maharani ini dimulai sejak tanggal 31 Mei 2018 dengan nilai kontrak Rp1.685.165.000 dan masih menyisahkan 20 hari lagi dari kontrak yang ada. 

“Jadi ini tugas rutin kita terkait pengawalan Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk pembangunan gedung laboratorium rumah sakit dan ini kewajiban kita mengecek perkembangan pekerjaan ini apakah sesuai ketentuan atau tidak,”‎ kata Rilke Jeffri disela sela meninjau proyek tersebut, Rabu (7/11/2018).

Saat peninjauan dan pengecekan, Kajari Bangka didampingi institusi teknis dari dinas PUPR melakukan kroscek pada bangunan yang sedang dikerjakan mengingat tenggat waktu pelaksanaan proyek tidak lama lagi. 

‎”Apakah sisa waktu yang ada ini dengan volume yang ada itu dimungkinkan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak dan dalam percakapan tadi kita libatkan PPK, institusi teknis, konsultan dan pelaksana kegiatan dan kita mendapat informasi serta melihat secara langsung ada kemungkinan itu bisa diselesaikan sebelum kontrak berakhir,” katanya.

Disinggung jika terdapat kekurangan volume pengerjaan sebelum kontrak berakhir, kata Rilke Jeffri, pihaknya akan memonitor hal tersebut agar kekurangan yang ada rampung pengerjaannya sebelum masa kontrak berakhir.

“‎Jadi 10 hari sebelum kontrak berakhir, itu akan kita lakukan cek ulang dan kekurangan itu diakomodir sebelum kontrak berakhir dan kita akan lakukan pengecekan kembali,”katanya.

Namun jika pekerjaan tersebut tak rampung juga pengerjaannya dan terdapat kekurangan volume, kata dia, pihaknya akan mengambil langkah awal dengan mengaudit proyek tersebut.

“Kalau ada kekurangan, ‎maka menjadi kewajiban pelaksana kegiatan untuk melakukan perbaikan dan memenuhi kekurangan itu. Karena kekurangan itu ada faktornya, faktor disengaja atau tidak,”katanya.

Rilke Jeffri berharap, proyek pembangunan istalasi laboratorium yang dikerjakan CV Maharani ini rampung pengerjaannya tepat pada waktunya dan  tidak terdapat kekurangan pada volume pengerjaan pada bangunan yang ada.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button