NEWS

Di Kabupaten Bangka, Banyak Meubelair SD Dan SMP Sudah Rusak

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT — Kondisi meubelair di ratusan Sekolah Dasar dan puluhan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bangka memprihatinkan atau rusak berat dan harus segera diganti dengan yang baru. Untuk itu Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, melalui Bidang Sarana Dan Prasarana mengupayakan agar mendapatkan anggaran untuk pengadaan meubelair tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, melalui Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana, Haschwin Septiadi menuturkan, data keseluruhan jumlah sekolah di Kabupaten Bangka ada 181 SD. Terdiri dari 166 SD Negeri, dan 15 SD Swasta. Lalu untuk SMP totalnya 44 sekolah, terdiri dari 31 SMP Negeri dan 13 SMP Swasta.

“Meubelair ruang kelas yang kita data itu ada 108 sekolah yang dalam kondisi meubelairnya rusak. Kalau kita jumlahkan total paketnya sekitar 377 paket, itu pendataan di awal dan pertengahan tahun 2018. Itu kalau kita kalikan nilainya dengan Pagu sekitar 32 juta, maka kita memerlukan dana sebesar Rp 11,2 milyar. Apabila ada perkembang pada tahun berikutnya sesuai dengan perkembangan inflasi, maka kita memerlukan sepaketnya kurang lebih 40 – 50 juta, maka dengan dana seperti itu kita membutuhkan kurang lebih Rp 14,9 atau sekitar Rp 15 milyar. Itupun dengan kondisi pada pertengahan 2018, apabila kondisinya makin berlanjut, bisa jadi dana itu akan semakin membesar,” ungkap Haschwin diruang kerjanya, Kamis (15/11/2018) siang.

Tidak hanya di ruang kelas, lanjut Haschwin, kondisi meubelair di ruang guru dan ruang perpustakaan di sejumlah sekolah juga kondisinya rusak. Untuk memenuhi pengadaan meubelair di ruang guru dan perpustakaan itu, diperlukan dana ratusan juta hingga milyaran rupiah.

“Kemudian di ruang perpustakaan juga, untuk pendataan sampai di pertengahan 2018 itu membutuhkan 14 paket, dengan nominal kita memerlukan dana sekitar Rp 540 juta. Kemudian untuk meubelair di ruang guru, kita membutuhkan sekitar 64 paket untuk 64 sekolah, karena otomatis satu sekolah satu paket, itu memerlukan sekitar 1,9 milyar. Itulah kurang lebih dana yang kita butuhkan untuk pengadaan meubelair yang ada di Kabupaten Bangka 2018 hingga 2019 untuk data terakhir, tapi selalu berkembang setiap saat, karena kondisi pada saat mereka melaporkan bisa jadi siswanya belum merasakan rusak – rusak meubelairnya, bisa jadi setelah berapa bulan baru patah – patah atau rusaknya,” jelas Haschwin panjang lebar.

Bagaimana siswa – siswi bisa fokus belajar? Atau bagaimana para guru bisa semangat kerjanya dengan kondisi meubelair yang rusak? (Red)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button