NEWS

Wabup Bangka Tinjau Pabrik Tapioka Terbesar di Indonesia

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Wakil Bupati Bangka Syahbudin meninjau pabrik tapioka terbesar di Indonesia PT Sinar Baturusa Prima (SBP) di Desa Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kamis (25/10/2018). Peninjauan dilakukan bersama Pj. Sekda Bangka, Akhmad Mukhsin, Wakil Ketua DPRD Bangka, Rendra Basri dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rombongan disambut langsung Direktur Utama PT SBP, Irwan. Kunjungan ini dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan pertemuan dengan para petani tentang sosialisasi pembangunan kebun ubi dengan fasilitasi dari Bank Negara Indonesia (BNI) di ruang pertemuan PT SBP.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, dalam sambutannya mengatakan pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan pekerjaan di sektor pertanian, dan meningkatkan hasil produksi pertanian sehingga dapat mengurangi impor hasil pertanian serta dapat mendukung pembangunan industri yang sedang berjalan.

“Kita harus melakukan terobosan-terobosan baru di bidang pertanian sehingga petani tidak hanya bergantung pada subsektor perkebunan saja. Kita harus mengoptimalkan potensi lahan yang ada untuk dikembangkan seperti subsektor tanaman pangan,”jelasnya. 

Selain padi, tanaman pangan yang bisa dikembangkan di Kabupaten Bangka adalah ubi kayu atau singkong. Di Kabupaten Bangka, katanya, sejak tahun 2016 sudah dilakukan pengembangan ubi kayu dan saat ini sudah ada 3 pabrik pengolahan ubi kayu yang menampung produksi ubi kayu yakni PT BMA di Riausilip, PT Bangka Agrisindo  Agri di Kenanga dan PT SBP di Puding Besar.

“Pemda Bangka mengembangkan program Kebun Singkong Rakyat (KSR) untuk membantu petani yang mempunyai keterbatasan modal dalam melakukan budi daya ubi kayu dan menjamin pemasaran produksi ubi kayu para petani. Program tersebut melibatkan petani, pihak bank selaku pemberi modal dan pihak pabrik selaku penampung produksi.

“Pada awalnya PT SBP dan Bank Sumsel Babel yang melakukan kerja sama dan saat ini BNI juga terlibat dalam program ini. Saya berharap BNI bisa menjalin kemitraan dengan para petani untuk mengembangkan pembangunan kebun ubi di Kabupaten Bangka dan kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “harapnya. 

Sementara itu, Dirut PT SBP Irwan, dalam sambutannya mengatakan bahwa pendirian pabrik tapioka di Puding Besar ini adalah sumbangsih dirinya sebagai putra Bangka yang mana pabrik yang dipimpinnya itu membutuhkan kurang lebih 800 ton ubi kayu per harinya.

“Kita menerima ubi kayu dengan harga paling rendah 850 rupiah dan tertinggi 1.450 rupiah. Memang bahan baku yang masuk ke pabrik ini masih rendah dan dengan program ini diharapkan bahan baku ubi bisa bertambah dan kita juga memberikan subsidi 125 rupiah sampai 150 rupiah bagi petani yang berasal jauh dari Kabupaten Bangka,” kata Irwan.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button