NEWS

Pemprov Babel Berencana Manfaatkan Teknologi farLink

Lensabangkabelitung.com, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berencana untuk memanfaatkan teknologi farLink, dalam optimalisasi pelayanan publik. Pada tahap awal, pemanfaatan teknologi ini, diarahkan pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Di depan peserta Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi, Akuntansi Bangka Belitung yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Rabu (24/10/2018), Gubernur Erzaldi Rosman menyebutkan, farLink merupakan teknologi dalam mengatasi keterhubungan seluruh wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta pembangunan lintas sektoral.

Menurut Gubernur, konektivitas ini harus diimbangi dengan tersedianya infrastruktur digital. Gubernur menyayangkan proses digitalisasi yang belum berjalan secara sempurna, seperti belum terkoneksinya sistem yang dimiliki pada organisasi perangkat daerah di Pemprov Babel.

“Selama ini, yang dibuat selalu aplikasi dan mengabaikan pembangunan infrastruktur digital, sehingga antar OPD masih belum terkoneksi,” kata Erzaldi, ketika menjadi keynote speaker seminar tersebut.

Melalui teknologi farLink, tambah Gubernur, akan memudahkan daerah dalam melakukan komunikasi baik suara, data maupun internet. Daerah harus memiliki keunggulan teknologi informasi, sehingga pemerintah dan masyarakat dapat lebih mudah dan cepat dalam mengakses informasi.

Penggunaan farLink dimungkinkan juga untuk mewujudkan konsep smart connectivity, yakni Babel satu data.

Gubernur membandingkan pemanfaatan farLink lebih efektif dan efisien secara ekonomi daripada jaringan fiber-optic (FO). Apabila FO dibangun di kawasan perkotaan saja, maka farLink bisa menjangkau seluruh kawasan, termasuk kota dan pedesaan.

Untuk membangun jaringan fiber-optic hanya untuk dua pulau besar (Pulau Bangka dan Pulau Belitung-red) membutuhkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun. Sedangkan dengan menggunakan teknologi farLink hanya menelan biaya sebesar Rp 50 miliar lebih untuk menjangkau seluruh wilayah di Bangka Belitung.

“Melalui farLink ini, semua daerah dan pulau-pulau akan terkoneksi dengan sistem yang baik. Kita berharap DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mendukung setelah melalui pemaparan dan pembahasan,” imbuh Erzaldi.

Gubernur juga menyebutkan, pemanfaatan teknologi farLink ditargetkan akan diluncurkan pada Maret 2019, setelah APBD disahkan oleh legislatif. Dalam pelaksanaannya, BUMD akan dilibatkan sebagai pengelola provider.

Selain pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan, farLink juga akan menyasar sektor lainnya seperti pertanian, kelautan perikanan, dan UMKM, maupun layanan publik lainnya.

Penulis : ADV/Humaspro/Lulus

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button