NEWS

MUI Kabupaten Bangka Gelar Pelatihan Ilmu Falak

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Wakil Bupati Bangka Syahbudin membuka pelatihan ilmu falak yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka di gedung Wanita Sungailiat, Selasa ( 23/10/2018). Pelatihan ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari 20 orang guru agama Islam SMA dan SMP, 20 orang penyuluh agama Islam dan 20 orang pengurus masjid. Adapun narasumber berasal dari IAIN Syekh Abdurahman Sidik Bangka Belitung (Babel), MUI Babel dan narasumber lain.

Syahbudin dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ilmu falak yang diselenggarakan MUI Kabupaten Bangka adalah suatu ide dan terobosan luar biasa yang secara tidak langsung telah membantu program Pemerintah Kabupaten Bangka dalam hal pemberdyaan umat, peningkatan kualitas ibadah keagamaan dan pemakmuran masjid.

“Apalagi seperti kita ketahui bersama dengan semangat keagamaan yang kuat, alhamdulillah masyarakat kita khususnya di Kabupaten Bangka sudah banyak sekarang yang berlomba – lomba membangun masjid dan musholah yang megah dan mewah, penentuan arah kiblat masjid  dan musholahnyapun tidak terlepas dari pandangan ilmu falak,” kata Syahbudin.

Menurutnya ilmu falak dalam pandangan agama Islam mempunyai peranan dan sumbangsih yang begitu besar terutama dalam penentuan waktu ibadah umat Islam yang bersifat mahdhoh. Ia mencontohkan salah satu rukun sholat adalah menghadap kiblat. “Kalau arah kiblatnya kurang tepat atau bahkan sampai melenceng jauh dari yang sudah ditetapkan tentu akan mempengaruhi kualitas ibadah seseorang. Disinilah letak urgensinya pengetahuan tentang ilmu falak,”katanya.

Selain itu, lanjutnya, dalam menentukan waktu sholat  lima waktu, mulai dari waktu sholat subuh, dzuhur, ashar, magrib dan Isya, selain itu dalam penentuan dan penetapan tanggal 1 ramadan dan 1 syawal serta tanggal 10 dzulhijah yang selalu ditunggu – tunggu umat Islam akan mengunakan perhitungan yang berpedoman pada ilmu falak yang berpijak pada  fenomena alam yaitu perputaran bulan dan matahari.

Syahbudin mengakui dengan kemampuan pemerintah sangatlah terbatas maka MUI diharapkan bisa menjadi mitra strategis untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi umat dan bangsa lebih luas lagi. Sebagaimana diketahui bersama tugas dan fungsi MUI adalah memberikan fatwa dan wejangan kepada pemerintah dan umat baik diminta maupun tidak diminta. 

“Ulama merupakan pewaris nabi, yang tentu mewarisi keilmuwan dan kejuhudannnya dengan predikat pewaris nabi itulah makan diharapkan setiap persoalan yang berkembang dimasyarakat ulamalah yang bisa menjadi pemecah dan penyejuk,” ujarnya.

Pemkab Bangka, lanjut dia, menyadari memiliki tanggungjawab untuk mendukung kegiatan MUI Kabupaten Bangka dan tetap konsisten mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI Kabupaten Bangka.

“Kalau dana kita memungkinkan pada tahun yang akan datang bantuan dana hibah untuk MUI bisa ditingkatkan, kalau tahun 2018 ini yang saya tahu sebesar Rp 120 juta, pada tahun yang akan datang mudah-mudahan bisa dinaikan sebesar seratus persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bangka H. Saipul Zohri mengatakan, ilmu falak terdapat dalam Al Quran karena itu harus dipelajari. Pelatihan ilmu falak, lanjutnya, merupakan bagian dari program kerja MUI Kabupaten Bangka, selain program lainnya seperti program natak masjid di Kabupaten Bangka.

“Para pengurus MUI mendatangi masjid – masjid untuk menyerap aspirasi para jamaah di desa -desa yang banyak permasalahan ditemukan sehingga membutuhkan jawaban. MUI berusaha menjawab setiap permasalah yang disampaikan masyarakat,” ujar Saipul Zohri.

MUI Kabupaten Bangka, lanjut dia, menargetkan mengunjungi seluruh masjid hingga saat ini sudah puluhan masjid yang didatangi. Diharapkan target itu dapat terpenuhi sesuai dengan agenda MUI setiap satu minggu dua kali kali natak masjid.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button