NEWS

Pakar Desa Wisata: Banyak Potensi Kabupaten Bangka yang Bisa Dijual

Lensabangkabelitung.Com, Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka mengundang Pakar Pengelola Desa Wisata Kembang Arum, Hery Kustriyatmo dari Kabupaten Sleman Yogjakarta untuk memberikan pelatihan kepada pengurus BUMDes dan aparatur desa dalam mengelola Desa Wisata (Dewi), Rabu (8/8/2018) di Ruang Rapat Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka.

Pada kesempatan ini, Hery memaparkan bagaimana kiat-kiat mendirikan desa wisata. Menurutnya desa-desa wisata yang dikelolanya sebelumnya adalah desa-desa miskin. Namun, dengan adanya pengelolaan desa wisata yang profesional dan tekun, kini desa-desa tersebut disulap menjadi desa yang indah yang bisa menghasilkan pemasukan untuk masyarakat dan daerah melalui sektor pariwisata.

Seperti Desa Kembang Arum yang dikembangkan pada pertengahan tahun 2005. Desa itu, dirancang mengedepankan pendidikan atau edukasi bagi anak-anak dimana ada paket wisata menginap, melukis, hingga kuliner.

“Bangka ini daerahnya terlalu kaya dan orangnya terlalu makmur jangan sampai terlena. Kalau saya terbiasa menangani desa-desa yang tidak makmur,” ungkap Hery.

Menurutnya, banyak potensi yang bisa dijual untuk sektor pariwisata desa-desa yang ada di Kabupaten Bangka dengan mengangkat tradisi lokal dan menjaga kearifan budaya masyarakat. Wisata yang bisa ditawarkan diantaranya wisata alam, budaya, pendidikan, sejarah, kuliner, pertanian perkebunan, pertanian, belanja, religi hingga peternakan.

“Desa wisata yang dijual prosesnya kalau produknya kita kalah dengan di mal-mal. Di tempat saya cepat kaya karena jual proses. Anda beli batik seharga 125.000, anda belajar prosesnya bisa Rp 300.000. Sebenarnya cara membuat pempek bisa dijual kepada wisatawan yang datang. Mereka ingin melihat prosesnya dan paket cara membuat pempek ini bisa dijual kepada wisatawan. Konsepnya anda datang, anda senang pulang tambah pintar,” saran Hery.

Dia menambahkan, ada beberapa tahapan mendirikan desa wisata seperti melakukan observasi lingkungan serta melihat kekuatan dan kelebihan potensi apa yang ada di desa.

“Kekurangan dan kelebihan juga harus dipikirkan, kesempatan pengembangan sesuatu jangan hanya didiamkan tapi dibuat agar ada nilai jualnya. Selain itu juga perlu di bentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) melalui forum rembuk membentuk tim kreatif,”katanya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button