NEWS

Alami Kelainan Testis, Rayzan & Dian Butuh Uluran Tangan

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT – Divonis mengalami kelainan testis sejak lahir, dua bocah Mardiansa Putra (9) anak semata wayang pasangan Mulyono (44) dan Syaniar (33) warga Asal Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu dan Afkar Rayzansyah Fidelyo (7) anak tunggal pasangan Supryansyah alias Aan (20) dan Okta (21) warga Jalan Cendrawasih I, Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat harus menelan pahit kenyataan.

Oleh Dokter Spesialis Urologi, dr. Jefri Sukmatara, Sp.U, kedua anak ini dinyatakan positif mengalami Undensensus Testis Bilateral (UDT) setelah melalui rangkaian pemeriksaan medis.

Humas Relawan dan Donasi Babel Peduli, Endah Lasmini mengatakan, Rayzan dan Dian harus menjalani operasi dan keduanya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk memperbaiki kondisi testisnya.

“Setelah ditangani dokter, keduanya harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk menjalani operasi,” jelasnya, Senin (6/8/2018).

Kendalanya, kata Endah, kedua keluarga ini tergolong masyarakat kurang mampu sehingga mereka terkendala biaya untuk menjalani pengobatan anaknya.

“Seharusnya sejak usia 9 bulan ketika diketahui kelainan pada anaknya, dokter sudah menganjurkan untuk dioperasi. Namun orang tuanya, Mulyono dan Syaniar hanyalah pekerja serabutan. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keduanya bekerja melimbang timah. Sedangkam Supryansyah pekerja tenaga harian lepas dengan gaji Rp1,5 juta kalau dia setiap hari bekerja dan istrinya murni ibu rumah tangga,” jelas Endah.

Ketika mengetahui keberadaan Mardiansah dan Rayzan, tim relawan dan donasi yang bernaung di Komunitas Wartawan Bangka (KWB) membentuk tim untuk membantu Rayzan dan Dian. Sedikitnya dibutuhkan biaya sekitar Rp50 juta untuk memberangkatkan kedua pasien dan masing didampingi 2 orang tuanya.

Biaya tersebut digunakan untuk keperluan dua pasien, empat orang tua dan dua orang relawan pendamping yang akan mengurus keperluan pasien dari awal hingga selesai pemulihan operasi.

“Biaya tersebut digunakan untuk tiket pesawat pulang pergi, biaya makan selama 2 bulan, biaya akomodasi. Kalau Mess Bangka kosong kita akan menggunakan fasilitas tersebut. Tapi kalau Mess penuh maka kita putuskan untuk mencari kontrakan yang aksesnya dekat dengan RS. Selain itu disiapkan biaya taktis untuk biaya nontanggungan BPJS, biaya kebutuhan bayi seperti susu dan perlengkapan bayi,”jelasnya.

Kedua pasien saat ini, katanya, masih dirawat pihak keluarga sembari menunggu kecukupan biaya yang terkumpul. Ketika biaya terkumpul maka kedua pasien siap diberangkatkan ke Jakarta.

“Untuk pasien Dian, semua berkas sudah selesai, namun untuk pasien Rayzan karena baru diketahui hasil medisnya maka saat ini tim sedang mengurus kelengkapan berkas medis dan nonmedis,”ujarnya.

Tim Relawan dan Donasi untuk Rayzan dan Dian menerima segala bentuk bantuan biaya untuk membantu pengobatan, dengan harapan keduanya dapat hidup seperti anak – anak pada umumnya. Donasi dapat disalurkan ke rekening khusus di Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat 14509001017 an. Donasi untuk Rayzan-Dian.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button