NEWS

‎Akibat Tambang Ilegal, 60 Persen Hutan di Babel Rusak

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Marwan mengatakan, sekitar 60 persen hutan yang ada di daerah ini dalam kondisi rusak parah akibat penambangan ilegal, penambahan hutan serta perkebunan sawit ilegal.

“Datanya secara pasti belum saya dapatkan, tapi sekitar 60 persen rusak semua hutan kita ini,” kata Marwan di Sungailiat, Senin (25/2/2018).

Dengan kondisi tersebut, Marwan mengaku sudah selayaknya hutan yang masih tersisa itu wajib untuk dijaga dan diselamatkan. 

Sebagai langkah awal, dishut melalui polisi hutan, kata dia, akan memperbanyak persentase pengawasan dengan melakukan patroli rutin di kawasan hutan yang rusak.

“Seperti yang kita lakukan kemarin dengan melakukan patroli di Air Anyir. Disana ada 8 unit TI kita hentikan karena menambang di dalam kawasan hutan lindung,” katanya.

Tidak hanya itu saja, lanjut dia, belum lama ini polisi hutan daerah ini bersama tim dari pusat menangkap empat orang penambang yang menambang di Hutan Mangkol dan dititipkan di Rutan Polda Babel.

“Itu bentuk keseriusan kita sekarang dalam rangka mengamankan hutan lindung yang menjadi prioritas gubernur yang memerintahkan kita untuk segera menyelamatkan kawasan hutan yang ada di Babel,” katanya.

Disinggung soal persentase kerusakan khusus hutan lindung yang ada di daerah ini, Marwan mengaku belum bisa ‎menjawab hal itu dengan alasan tidak persentase yang dimaksud datanya ada di kantor dishut.

“Tapi yang jelas, hutan lindung ini sudah banyak dirambah seperti yang ada disepanjang Rebo hingga Matras itu hutan lindung semua dan dirambah oleh penambang,” katanya.

Untuk itu, pihaknya melalui polisi hutan yang ada secara rutin akan melakukan giat patroli disejumlah kawasan hutan yang menjadi target para pelaku perambah hutan. “‎Kalau kita temukan hal itu maka akan kita pidanakan mereka,”katanya. 

Ditambahkan Marwan kejadian ini bisa terjadi karena lemahnya pengawasan oleh polisi hutan dan Kesatuan Pengelola Hutan (KHP) terhadap maraknya aktivitas illegal logging yang merambah kawasan hutan di Babel. 

Tetapi Marwan selaku kepala dishut tidak ingin disalahkan dalam melakukan pengawasan terhadap kawasan hutan yang marak dijarah pelaku kepentingan.

“Bukan hanya polisi hutan yang lemah, yang lain juga lemah seperti aparat aparat penegak hukum lainnya harus mengawasi ini,”katanya.

Menurutnya keterbatasan jumlah personil polisi hutan  yang hanya berjumlah 15 orang dirasakan tidak efektif untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan hutan yang ada.

Tetapi pihaknya tetap konsisten untuk terus melakukan pengawasan kawasan hutan dengan memberdayakan personil polisi hutan yang ada di dishut.

“Sekarang kita berdayakan walaupun jumlah polisi hutan kita 15 orang se-Kabupaten Bangka dengan menempatkan dua orang personil polisi hutan disetiap KPH yang ada di Bangka,” katanya.

‎Walaupun dengan keterbatasan personil, Marwan menegaskan polisi hutan telah membuktikan bahwa mereka bisa melakukan perannya sebagai penjaga hutan. 

“Walaupun jumlah kita kecil dan tidak punya senjata tapi kita harus punya peran karena tugas kita untuk melindungi itu. Setelah dilakukan, ternyata kita bisa dan ini telah mereka buktikan,”katanya. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close