NEWS

Direhab Kecanduan, BPOM Babel Cemaskan Tren Baru Mabuk Obat Batuk

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Bangka Belitung mengkhawatirkan maraknya penggunaan obat batuk cair dalam bentuk sachet di kalangan remaja dan masyarakat.

Meski belum memperoleh laporan tentang adanya korban dari penyalahgunaan obat ini yang masuk rumah sakit, namun BPOM telah menemukan sejumlah orang yang sedang menjalani rehabilitasi terhadap kecanduan obat kemasan sachet ini.

Menurut Kepala Seksi Pemeriksaan Penyidikan Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (PPSLIK) BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Bagir, di Babel mulai banyak masyarakat, terutama remaja yang mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan. Selain harganya murah, obat batuk jenis ini sangat mudah diperoleh di pasaran.

“Penyalahgunaan obat ini telah menjadi tren baru bagi sebagian orang untuk mabuk, padahal mereka tidak tau betapa bahaya obat tersebut bila disalahgunakan, ” kata Muhammad Bagir, di Pangkalpinang, Rabu (24/01/2018).

Tambahnya, obat batuk cair sachet sejatinya berfungsi untuk menyembuhkan penyakit. Dosis yang boleh dikonsumsi orang dewasa adalah 10-20 mg secara oral, setiap 4 jam atau 30 mg setiap 6-8 jam. Sedangkan dosis maksimal 120 miligram per hari.

Pada kemasan obat batuk tersebut tertera dalam satu sachet atau 7 ml mengandung 15 mg dekstrometrofan. Jika mengonsumsi lebih dari delapan sachet, dapat menyebabkan efek samping seperti orang mabuk.

Penulis : Nasir

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button