NEWS

Akibat Cuaca, Harga Sejumlah Sembako Melonjak

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Memasuki tahun baru 2018, harga sembako khusus untuk komoditi beras melonjak tajam. Jika sebelumnya di pasaran harga beras premium 5 kg dijual dibawah Rp 60 ribu, sekarang dikisaran Rp 63-65 ribu.

Imelda selaku Ketua Komisi II DPRD Bangka, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (2/1/2018) tak memungkiri adanya kenaikan harga beras di Kabupaten Bangka ini.

Menurutnya dari data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka, kenaikan terjadi pada kelompok pangan pada 15 jenis komoditas dan 36 item rata-rata 1,17 persen.

Dijelaskannya, untuk komoditi beras terjadi kenaikan rata-rata 1,19 persen. Sayuran pada komoditi bawang merah mengalami kenaikan 7,14 persen. Cabe besar 13,64 persen, kentang 8,33 persen.

“Kacang-kacangan kenaikan harga pada item kacang hijau sebesar 5 persen. Penurunan terjadi pada item gula pasir 7,69 persen, jagung pipilan 12,50 persen dan kacang tanah 8 persen. Untuk distribusi lancar dan stok cukup di Bangka,” ujarnya.

Imelda mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadi karena faktor cuaca, mengingat pengiriman barang tersebut kebanyakan dari luar seperti Palembang, Jakarta dan Jawa. “Kendalanya angkutan kapal jadi biaya pengiriman meningkat,” jelasnya.

Disinggung, soal operasi pasar untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok, kata Imelda pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan Disnakerperindag.

“Tapi sepertinya belum karena anggaran baru. Hasil evaluasi dari gubernur belum keluar. Untuk bulan-bulan ini belum bisa,” tambahnya.

Imelda juga tidak dapat memastikan sampai kapan kenaikan harga sembako ini akan terjadi. DPRD minta Disnakerperindag secepatnya menindaklanjuti.

“Kita minta disnakerperindag turun ke pasar mengecek harga supaya ada penurunan. Mungkin ini karena tahun baru dengan natal. Biasanya perayaan moment keagamaan relatif harga meningkat,” tambahnya.

Saat ditanyakan apakah kenaikan harga sembako karena ada spekulan, Imelda membantah hal tersebut.

“Tidak ada spekulan karena dinas terkait yaitu UPT pasar setiap hari mengontrol harga jual dan stok di gudang. Bukan permainan tengkulak. Pasca panen juga tidak maksimal karena cuaca,” pungkasnya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button