NEWS

47 Pedagang Tempati Lapak di Taman Kota Sungailiat

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Dinas Tenaga Kerja Perdagangan dan Perindustrian (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka telah melaksanakan cabut lot atau pengundian untuk pedagang yang akan menempati lapak di Taman Kota Sungailiat, Rabu (24/1/2018).

Kepala Disnakerperindag Bangka Tony Marza mengatakan dari hasil cabut lot tersebut ada 47 pedagang yang sudah terverifikasi,dan yang diutamakan adalah pedagang lama eks dari pedagang Pasar Mambo. 

“Verifikasi sudah dilakukan yang melibatkan dinas perhubungan, bagian hukum dan Satpol PP, setelah dapat 47 pedagang sudah dilaksanakan cabut lot,” jelas Tony saat dikonfirmasi, Jum’at (26/1/2018).

Sistem cabut lot ini merupakan usulan dari masyarakat pedagang, dimana pedagang yang memilih nomor yang akan mereka dapatkan. 

“Walaupun milih duluan belum tentu dapat yang bagus, karena sistem undi, kami dari pemerintah hanya menyaksikan dan mencatat hasil dari cabut lot tersebut, yang bernasib baik dapat di depan, yang dapat dibelakang tidak masalah, setelah di kanopi, posisinya tidak juga terlalu belakang, ” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada pedagang yang protes tidak dapat lapak, menurut Tony sejauh ini tidak ada yang mengajukan keberatan.

“Yang mengajukan lamaran ada 51 calon, menurut data dari perhubungan,yang ada kontraknya yang ada di Pasar Mambo ada 48, sedangkan petak yang dibangun PU ada 47, dengan demikian 48 kurang, kebetulan pas ada satu pedagang ibu anak, jadi salah satunya diminta mundur,”ungkapnya. 

Ditambahkan Tony saat verifikasi, calon pedagang harus menandatangani surat pernyataan, dimana mereka harus mematuhi keamanan dan ketertiban, selain itu harus berpakaian sopan, tidak boleh menjual minuman keras, dan narkoba. 

Ketika pelanggaran itu ditemukan, maka pemda akan memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali dan jika masih membandel akan dilakukan pemutusan kontrak lapak secara sepihak.

“RTH taman kota ini sudah kami buat sebagus mungkin, sehingga sama sama menjaga citra ini jangan terkesan kumuh dikemudian hari, yang namanya barang baru ini masih dibutuhkan penyesuaian,”tutupnya. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button