NEWS

Asuransi 1600 Nelayan Beltim Belum Dibayar

Lensabangkabelitung.com, Manggar – Selama dua tahun, PT Asuransi Jasindo (Persero) sudah mengakomodir jaminan asuransi 4 ribu nelayan di Beltim, melalui program Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN).

Dari jumlah tersebut, sisanya sekitar 2400 nelayan masih berproses, dengan premi yang dibayar pada 2017 dan berlaku untuk tahun 2018 ini.

“Sebanyak 1600 nelayan yang ditanggung pemerintah tahun 2016 telah habis, dan harus dibayar lewat premi mandiri,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Beltim Sarjono, kepada lensabangkabelitung.com, Senin (22/01/2018).

Sarjono menyatakan, nelayan yang membayar premi asuransi pada tahun 2016 memiliki masa tanggungan pada tahun berikutnya.

Pemerintah dalam hal ini KKP, tambah Sarjono, hanya menanggung pembayaran premi pada tahun pertama. Apabila nelayan ingin meneruskan asuransi, maka kepesertaan dapat dilakukan secara mandiri.

Saat ini, Sarjono mengaku DKP Beltim sering ditanyakan warga nelayan mengenai status peserta asuransi 1600 nelayan dalam program asuransi BPAN tersebut. Tetapi pihaknya belum bisa memberikan jawaban rinci, karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari BUMN Asuransi Jasindo.

Disebutkan Sarjono, sebanyak Rp 1,8 miliyar telah dibayar asuransi kepada para ahli waris nelayan selama tahun 2016-2017. Pembayaran diserahkan langsung kepada ahli waris yang menerima manfaat asuransi.

Untuk diketahui, program asuransi nelayan merupakan kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan premi sepenuhnya ditanggung pemerintah. Sekaligus sebagai implementasi amanat UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.

Penulis : Apung

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button