NEWS

PT BAA Terima Sertifikat Halal dari MUI

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) akhirnya mendapatkan label sertifikat halal pada produk tapiokanya dengan brand Gunung Pelawan.

Sertifikat halal tapioka produksi PT BAA diberikan langsung oleh Nardi Pratomo selaku Direktur LPOM MUI Provinsi Babel didampingi Kania selaku Auditor LPOM MUI Babel, kepada Acung perwakilan perusahaan, Sabtu (15/12/2017) di Kantor PT BAA di Kelurahan Kenanga. 

Pada kesempatan tersebut Acung menyampaikan ucapan terima kasih atas diperolehnya sertifikat halal oleh PT BAA,penghargaan ini atas dukungan karyawan dan masyarakat sekitar.

“Terima kasih kepada staff dan masyarakat sekitar. Tidak terkecuali pemda dan jajarannya yang sudah mendukung industri kita ini,” katanya. Menurutnya, produksi PT BAA saat ini sudah lancar, tetapi sempat terhenti karena ada beberapa kendala. 

“Kita berusaha semaksimal mungkin berusaha dengan cuaca ekstrim, dengan kondisi seperti ini sudah kelihatan hasilnya,kita kerja siang malam untuk mengatasi ini, kita sudah mulai produksi logo, apalagi dengan sertifikat halal, kami akan tunjukkan produk ini nomor satu dan bisa diterima khalayak banyak,” ujarnya.

Sementara itu Rida selaku Staff PT.BAA didampingi Koni selaku Kepala Produksi PT BAA,mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga label sertifikat halal yang sudah diberikan oleh LPOM MUI Babel.

“Semoga pabrik kita dapat berjalan dan dapat terus produksi, PT BAA mulai sekarang dan seterusnya berkomitmen menciptakan produk halal,semoga amanah yang diberikan ini dapat kami pertanggungjawabkan,” harapnya.

Nardi Pratomo, Direktur LPOM MUI Babel menyampaikan apresiasi kepada perusahaan tepung tapioka skala besar milik PT BAA ini.

“Kita apresiasi PT BAA sebagai perusahaan tepung tapioka sudah menjadi pioner pabrik tapioka bersertifikat halal,semoga menjadi contoh bagi perusahaan tepung tapioka lain agar peduli dengan sertifikat halal ,karena belum banyak yang peduli halal,” kata Nardi. Dengan adanya label halal, tapioka ini sudah bisa dijual hingga  ke luar negeri,” jelasnya.

“Di luar negeri mereka minta sertifikat halal. Mereka mau tahu proses, fasilitas dan sumber bahannya dari mana,ada sebelas ktriteria yang dinilai untuk mendapatkan sertifikat halal ini,mereka sudah melalui sebelas kriteria yang diuji,dan sertifikat  ini sudah standar Internasional,”jelasnya.

Dengan ada sertifikat halal, ditambahkan Nardi negara lain akan mudah bekerjasama, apalagi dengan Malaysia.

“Ada pengalaman pada Bulan April lalu kita bawa UKM ke Malaysia mengikuti festival di Kuala Lumpur. Malaysia paling sensitif dengan halal. Sertifikat halal bukan milik muslim saja. Semua yang beragama sangat menjaga kehalalan,” terangnya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button