NEWS

Pembangunan Tambak Udang di Hutan Mangrove Gunung Muda Dipertanyakan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pembangunan tambak udang, di Kampung Kusam, Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka dipertanyakan. Pasalnya, untuk pembangunan tambak seluas 50 hektar dengan luas rencana awal 80 hektar di hutan mangrove tersebut diduga belum memiliki izin AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

Demikian dikatakan Tokoh Pemuda Belinyu Musmedia, Selasa (12/12/2017). Pada tanggal 21 November 2017 Kelurahan Desa Gunung Muda, atasnama kepala desa melayangkan surat undangan rapat pada masyarakat yang terkena dampak dari tambak udang tersebut, yang mana acara yang tertera pada surat undangan tersebut adalah sosialisasi AMDAL tambak udang PT Lotus Mandiri Sukses.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa aktifitas di lapangan sudah dilakukan sementara AMDAL tahapannya baru sampai sosialisasi AMDAL yang artinya bahwa perusahaan ini belum mempunyai izin lingkungan karena belum ada AMDAL , seharusnya pihak perusahaan tidak melalukan aktifitas atau kegiatan di lapangan terlebih dahulu  sebelum mengantongin AMDAL, jelas jelas ini menyalahi aturan yang ada dan aktifitasnya di anggap illegal serta berdampak pengerusakan lingkungan,” ungkap Musmedia.

Perubahan status lahan dari hutan mangrove menjadi lahan tambak udang itu pun, katanya, perlu kajian yang komprehensif lagi oleh dinas terkait. Selain bisa merusak ekosistem mangrove dan rona lingkungan hidup, kegiatan tersebut juga akan mempengaruhi dampak sosial bagi masyarakat . 

Selain itu  kata Mus, pihaknya juga menanyakan pola kepemilikan lahan yang akan digunakan, pasalnya selama ini lahan tersebut dikelola masyarakat.

“Dengan adanya tambak udang tersebut maka akan di kuasai oleh perusahaan sehingga masyarakat kehilangan sumber mata pencaharian  juga harus di perjelas jangan sampai masyarakat paling dirugikan dengan keberadaan tambak udang tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Bangka, Tarmizi Saat ketika dikonfirmasi terkait perizinan mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal tersebut, pasalnya kewenangan diserahkan kepada SKPD terkait.

“Belum ada, proposal juga belum ada pengajuan. Silakan cek ke dinas kelautan untuk jelasnya karena semua izin di dinas tidak lewat bupati,” ungkap Tarmizi melalui pesan Whatsapp.

Disinggung terkait aktifitas tambak udang yang sudah berjalan sebelum ada izin Amdal, dirinya mengatakan silakan untuk mengecek ke dinas terkait.

“Karena izin izin sudah kita limpahkan kewenangannya ke SKPD terkait,” ungkap mantan sekda Bangka tersebut.

Penulis : Yudi

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button