NEWS

HNSI Bangka Belajar Teknologi Bioflok di Sukabumi

Lensabangkabelitung.com, Sukabumi – Untuk meningkatkan produksi perikanan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka mempelajari teknologi bioflok di Sukabumi, Jawa Barat.

Ridwan selaku Ketua HNSI Kabupaten Bangka menjelaskan bioflok adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok. Aplikasi bioflok banyak diaplikasikan di sistem pengolahan air limbah industri dan mulai diterapkan di sistem pengolahan air media akuakultur.

“Berdasarkan riset bioflok pada lele yang dilakukan DJPB KKP (Direktorat Jenderal Budidaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan), keuntungan penerapan sistem bioflok ini antara lain, sedikit pergantian air, karena flok harus terjaga agar tetap menjadi gumpalan. Efisien pakan (FCR bisa mencapai 0,7), pada tebar bisa lebih tinggi (mencapai 3000 ekor/m3) Produktifitas tinggi,”jelas Ridwan,
Kamis malam (7/12/2017).

Menurut Ridwan, kebutuhan pangan dari ikan akan meningkat tajam seiring dengan target Indonesia untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat hingga 50 kilogram per orang per kapita pada tahun 2019. Dengan target itu, maka diperlukan suplai ikan setidaknya 14,6 juta ton per tahun.

“Harapan kami semua pihak ketiga dapat mendukung program kerja dari HNSI Bangka dalam upaya peningkatan produksi perikanan dan mendukung kami untuk merealisasikan program ini.

Masing-masing kepala keluarga di pesisir harus memiliki 1 kolam bioflok untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan,” kata Ridwan.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button