NEWS

Idang Rasjidi Syndicate akan Tampil di Jazz On The Bridge-Bangka

*30 Desember 2017 di Jembatan Emas

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Maestro Jazz Indonesia Idang Rasjidi menilai, harus ada event musik yang bisa menjadi salah satu ikon bagi Provinsi Bangka Belitung (Babel). Menurut Idang, musik bisa menjadi ikon Babel selain keindahan pantai dan wisata lainnya. 

“Cara memerdukan Bangka itu, memakai musik. Event jazz tahun ini menjadi trigger (pemicu-red) dulu sebelum nantinya menjadi festival rutin, semacam Java Jazz Festival yang digelar tiap tahun,” ujar Idang, saat konferensi pers jelang event Jazz On The Bridge-Bangka (JOBB)  2017, Selasa, 21 November 2017 di Laterasse Resto, Pangkalpinang.

Di JOBB 2017 yang akan digelar 30 Desember nanti di Jembatan Emas,  Idang akan turun bersama kelompoknya “Idang Rasjidi Syndicate”. Selain itu, akan menghadirkan Rieka Roeslan, Tompi, Fariz RM dan Mus Mujiono. Untuk penampilan lokal, akan ada Isti –seorang penyanyi yang memiliki suara yang bagus dan dua grup band yang masih diseleksi.

“Tahun ini kita buka dengan pengisi acara dari kita Indonesia. Tahun depannya, baru kita agendakan hadir musisi internasional dari Prancis, Inggris dan lainnya,” kata Idang.

Jazz On the Bridge, yang namanya diberi oleh Gubernur Erzaldi Rosman, dijelaskan Idang memiliki karakteristik yang menarik. Selain memiliki latar jembatan buka tutup yang ada di belakang panggung, juga tepat berada di sisi pantai. Bunyi mesin lalu-lalang perahu nelayan yang melintasi, akan menambah keunikan tersendiri.

Mengenai tempat penyelenggaraan yang berada di kawasan jembatan Emas, dijelaskan Idang, memiliki nilai filosofis tersendiri. “Jembatan, bukan hanya tempat penyeberangan yang menghubungi satu sisi ke sisi lainnya. Tapi juga, jembatan yang menghubungkan antara yang tua dengan yang muda, jembatan antar-budaya dan jembatan dalam bermusik,” jelas Idang.

Agar pagelaran jazz di Bangka, ditambahkan Idang menjadi lebih menarik minat musisi luar untuk turut manggung, selain acara ini harus digelar rutin, juga mesti terus menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Jazz On the Bridge kita kali ini masih kategori event. Nantinya akan berkembang menjadi festival. Kalau Java Jazz punya 42 stage (panggung -red), kita menuju ke sana,  kedepan akan kita jadikan tiga stage. Kita mulai tahun sekarang, dengan satu panggung dulu,” katanya.(**)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close