NEWS

Menkominfo : Berita Hoax Jangan Dipikir Panjang Dan Ditanggapi Cukup “Deleted” Selesai

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Menkominfo Rudiantara dalam paparannya pada saat menjadi Narasumber Seminar Gemabudhi bagaimana “Memindai Penetrasi Hoax Melalui Prisai Pancasila” di Tanjung Pesona Beach Resort Sungailiat (27/10/2017) siang. Rudiantara mengajak mayoritas kaum muda mudi budhis agar mewaspadai serangan Hoax sekalipun tetap menggunakan media social. Karena, kata dia, menurut survey penggunaan facebook Indonesia nomor enam di dunia, youtube nomor sepuluh didunia, Tweeter dan google nomor satu didunia, dan hampir 130 juta orang Indonesia menggunakan media social.

Cara Sederhana bagaimana cara memerangi Hoax tidak perlu harus dibuat Entertainment seperti dibalas pesan tersebut, atau bahkan di forward cukup tidak perlu pikir panjang deleted selesai. Ungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Oleh sebab itu, bahaya Hoax berupa hasutan, fitnah, penyebar kebencian dan lainnya.

“Saya harus memblokir Telegram. Bukannya saya mau Otoriter karena platform seperti itu, sejak tahun 2016 bulan Maret kami perhatikan Telegram itu berbahaya, semisal bagaimana membuat Bom, memberi contoh terorisme, bagaimana latihan Ambush (Penyergapan) dan dokumennya ada kami Capture dan ini sudah diselidiki pihak intelijen kepolisian dan akhirnya kami blok,” ungkap Rudianto.

Sementara itu, Sekda Yan Megawandi dalam paparannya menyampaikan, dalam sebuah media ekonomi terbesar didunia, kemampuan literasi harus kita miliki di abad digital saat ini. Dan saat ini, masalah hoax dilatarbelakangi yang pertama faktor ekonomi, politik, atau kebanggan semata yang tidak pada tempatnya.

“Menangkal Hoax itu adalah dengan memperhatikan Judul, Sumber, lalu membandingkan dengan tempat lain dan menggunakan akal kita untuk memahami wawasan dengan kearifan,” ujar Yan Megawandi.

Pada kesempatan sama, Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri mengatakan, tugas polisi sekarang ini bertambah yaitu juga mengawasi,mengantisipasi dan menindak penebar ancaman dari dunia Maya seperti Bahaya Hoax ini, yang tentunya Polri akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kominfo dan Polri juga saat ini sudah memiliki Teknologi untuk mengetahui keberadaan penyebar hoax melalui media social, dimana ada 700 ribu yang menyebarkan Hoax, dan saat ini sudah ada undang undang IT pasal 28 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda satu milyar rupiah.

“Polri saat ini, mendeteksi sudah adanya upaya asing yang masuk melalui media social, dimana bertujuan memecah bangsa dan bertujuan tidak ingin melihat Indonesia menjadi Negara yang kuat dan maju,” ujar Kapolda.

Penulis : Ucup
Editor : Supri

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button