NEWS

Kawin Masal, Salah Satu Kekayaan Budaya Bangka Selatan

Lensabangkabelitung.com, Bangka Selatan – Sebanyak 8 pasang pengantin duduk bersanding di pelaminan rayakan tradisi adat kawin masal di Desa Serdang, Bangka Selatan, Sabtu (28/10/2017) .

Kawin masal adalah prosesi nikah yang dilakukan lebih dari satu pasang pengantin dalam waktu bersamaan atau yang dikenal dengan kawin “heredek”. Kawin masal ini merupakan salah satu dari sekian adat istiadat budaya yang ada di Bangka Selatan.

H. Sudirman dan Saem, selaku tokoh adat di Desa Serdang mengatakan, prosesi kawin masal diawali dengan ketua RT masing-masing mengumpulkan beras sebanyak tiga kaleng susu dan uang seikhlasnya dari masyarakat setempat.

Setelah barang semua terkumpul, dua hari tepatnya pada malam hari sebelum pelaksanaan kawin masal, tokoh adat melakukan ritual “bebanten” atau syukuran adat. Tokoh adat serta beberapa warga menyalakan tiga batang lilin pada pukul 00.00 yang tempatkan di ujung desa, tengah desa dan ujung desa.

Tujuan dilakukan ritual ini untuk meminta kepada yang maha kuasa agar meminta keamanan dan keselamatan khususnya bagi masyarakat yang hadir dalam perayaan kawin masal ini.

Setelah hari perayaan kawin masal, pengantin dan masyarakat berkumpul di kantor desa. Para pengantin mengenakan baju tradisional khas Bangka Belitung, acara pembuka disuguhkan dengan tarian “sekancip pinang”, setelah sambutan-sambutan, tokoh adat mulai melakukan prosesi adat dengan membaca doa keselamatan sambil membawa air kelapa yang di isi kembang tujuh rupa, kemudian dipercikkan kepada pasangan pengantin dengan daun “kranuse”, tujuannya agar pasangan pengantin menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah, serta memberikan tiga butir lada untuk dimakan oleh masing-masing pengantin yang menyimbolkan kehidupan rumah tangga tidak lepas dari suka duka dan pahitnya hidup.

Kepala Desa Serdang, Apendi dalam sambutannya juga menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang telah mendukung dalam acara kawin masal ini, mohon doa restu dari masyarakat yg hadir semoga acara kawin masal berjalan secara lancar.

Sementara itu, Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer, dalam sambutannya menyampaikan, bahagia dan bangga dapat hadir ditengah-tengah masyarakat desa Serdang dan sekitarnya, penganten masal merupakan salah satu budaya bagi desa Serdang, selain itu melalui kegiatan ini kita dapat mempererat tali silaturahmi.

Penganten masal ini sejak dulu selalu dilaksanakan oleh masyarakat desa Serdang, terselenggaranya acara ritual adat penganten masal pada hari ini adalah bentuk kepedulian tokoh budaya dan tokoh masyarakat desa Serdang terhadapa pelestarian budaya.

Justiar berharap semoga tradisi ini dapat terus kita lestarikan dan dijadikan sebagai agenda tahunan baik tingkat kabupaten, tingkat provinsi maupun tingkat nasional, karena keunikan dan sangat khas inilah yang harus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Desa Serdang juga sudah mempersiapkan lahan yang akan dijadikan taman sunflower. Nantinya desa Serdang akan mewujudkan sebuah desa wisata dengan identitas sunflower (bunga matahari),’ pungkasnya.

Setelah prosesi adat selesai para pengantin diarak berjalan kaki keliling desa didampingi keluarga pengantin dan rombongan pembawa payung lilin (payung kebesaran).

Release

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button