LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Melalui GIPI Djohan siap Memajukan Pariwisata Babel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Industri pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung, makin bergairah. Upaya untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor yang memberikan dampak signifikan bagi pembangunan dan perekonomian, terus dibenahi. Salah satunya, dengan terbentuknya kepengurusan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang akan menjadi geopolitik pariwisata dan ekonomi kreatif bagi Bangka Belitung di masa yang akan datang.

Sebagai think tank pengembangan pariwisata, GIPI akan terus mengembangkan pariwisata Babel, mengembangkan SDM pariwisata yang berkualitas dan memenuhi standar kompetensi kerja di bidang pariwisata, dan mengembangkan destinasi dan usaha pariwisata. GIPI juga akan mendorong pertumbuhan iklim usaha dan ekonomi pariwisata secara kreatif, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara melalui kebijakan pemasaran yang efekfif dan efisien, serta mengimplementasikan Kode Etik Pariwisata Internasional. Keberadaan GIPI, untuk menjembatani komunikasi pemerintah dan industri pariwisata dalam rangka menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Senin 28 Agustus 2017 malam, bertempat di Ballroom Soll Marina Hotel, Ketua DPP GIPI Didien Junaedy bersama Gubernur Erzaldi Rosman Djohan melantik kepengurusan DPD GIPI Babel yang diketuai Djohan Riduan Hasan. Selain nama owner Bangka Botanical Garden tersebut, ada Sansan Arya Lukman yang diemban amanat menjadi sekretaris, dan Martin Yulian sebagai bendahara. Disamping itu, di kepengurusan tercatat nama Wendo Irwanto, Eddy Priyasmono, Irwan Chandra, Junaidi M Tamim, Hj Isnawaty Hadi, Yuna Ekowati, Yohanes Then, Suyanto, Yuska, Riviani, Agus Ismunarno, Gunadi, Hermanto, dan Andi Purwanto. Mereka adalah nama-nama yang tak asing dalam indsutri pariwisata di Babel.

Nama lainnya, duduk sebagai Dewan Pembina. Diantaranya, ada Bahar Buasan, Herry Erfian, Thomas Jusman, Rivai, Bambang Patijaya, Isyak Meirobie, dan Bagus Ari Wijaya.

Adapun Yan Megawandi, Johnnie Sugiarto, Akhmad Elvian, Jonathan Sofian Lusa, dan Hongkie Listiyadhi, bertindak sebagai Dewan Pakar GIPI Babel.

Ketua DPP GIPI Didien Junaedy, usai melantik kepengurusan DPD GIPI Babel berharap kebersamaan dapat terus terjalin dalam memajukan pariwisata Babel dan Indonesia. “GIPI adalah payung dari usaha-usaha atau organisasi-organisasi di bidang pariwisata,” ujarnya.

Gubernur Erzaldi Rosman Djohan yang juga adalah Dewan Penasehat GIPI Babel, dalam sambutannya meminta GIPI Babel segera bermitra dengan banyak pihak yang fokus menaruh minat pada kemajuan pariwisata. Sebagai contoh, dalam waktu dekat dirinya akan mengundang sepuluh travel agent dari China yang selama ini intens membawa wisatawan asal negeri Tirai Bambu itu ke Manado. “Dua minggu dari sekarang, sepuluh travel agent asal China itu, saya undang ke sini,” imbuhnya. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk mengenalkan pariwisata Babel kepada travel agent tersebut, agar bisa turut menjual destinasi wisata tujuan Babel.

Ketua DPD GIPI Babel, Djohan Riduan Hasan mengatakan industri pariwisata itu sangat bergantung antara satu dengan yang lainnya. Sehingga fungsi GIPI adalah memajukan semua industri pariwisata agar pariwisata Bangka Belitung maju dan selalu bersama Pemerintah. “Kedepan GIPI bersama elemen lainnya harus berusaha, berupaya dan bersuara keras untuk menyuarakan bahwa Bangka Belitung adalah salah satu tempat pariwisata yang indah, nyaman dan aman,” ujarnya.

Dikatakannya, GIPI bersiap menjadi garda terdepan mendukung pemerintah untuk memajukan pariwisata di Indonesia, terkhusus Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Apalagi pemerintah pusat telah melaksanakan beberapa program menuju 20 juta wisatawan mancanegara di 2019.

Dia menyadari, guna membangun pariwisata sesuai dengan target nasional itu, diperlukan peran dan dukungan semua elemen. Perlu sinergi pentahelix dan GIPI memiliki peran penting didalamnya. “Tanpa dukungan semua elemen masyarakat, tanpa sinergi dengan pemerintah dan tanpa kerjasama semua sektor, tidak mungkin pariwisata bisa berkembang dengan baik. Industri pariwisata merupakan salah satu garda terdepan yang sangat vital dalam ekosistem kepariwisataan. Oleh karenanya menjadi sebuah keharusan peran industri dan asosiasi pariwisata dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, secara khusus di Bangka Belitung yang sedang berkembang saat ini,” ujarnya.

Dalam pariwisata, daya saing Indonesia dibandingkan dengan Negara lain memang masih berada dibawah Malaysia, Singapura dan Thailand, akan tetapi masih diatas Kamboja, Philipina dan Vietnam. “Namun dengan keseriusan dan sinergi pemerintah bersama seluruh industri pariwisata dalam upaya pengembangan kepariwisataan, tentunya akan jauh lebih baik lagi kedepannya dan kita yakin kita pasti unggul dari negara-negara tersebut. Kita juga yakin Bangka Belitung kedepan akan jauh lebih unggul dari provinsi-provinsi lainnya,” kata Djohan.

Editor : Supri

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button