LENSA KRIMINALLENSA NASIONALNEWS

Mantan Kadis Kesehatan Provinsi Babel, Dr.Hendra divonis 1 tahun penjara

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sidang perkara kasus korupsi alkes RSUD Ir.Soekarno Provinsi Babel terus bergulir di PN Tipikor Pangkalpinang. Senin(14/8/2017), sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU terhadap terdakwa. Dalam tuntutan JPU dari kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Siti Hajar Siregar, JPU ternyata menuntut rendah dengan 1 tahun dan 6 bulan penjara kepada masing-masing terdakwa yakni dr Hendra Kusuma Jaya (mantan kadis Dinkes Pemrov) dan Herman Abdullah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Selain tuntutan rendah itu JPU juga tidak menuntut adanya pengembalian sisa uang kerugian negara senilai Rp 1,8 milyar yang dikorupsi. Selain itu juga pihak-pihak lain yang diduga terlibat seperti panitia lelang yang sudah diperiksa intensif di awal lalu tidak disinggung dalam tuntutan.
Dikatakan JPU Sarpin pihaknya memang sengaja tidak menyinggung soal sisa kerugian negara. Sebab sudah ada pengembalian kerugian negara Rp 2 milyar. “Terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara Rp 2 milyar. Namun sisanya Rp 1,8 miluar tergantung pada majelis hakimnya saja,” kata Sarpin usai sidang pembacaan tuntutan.
Dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan berupa CT-Scan 64 Slide merk Philips type ingenuity. JPU berpendapat perbuatan para terdakwa telah menyebabkan kerugian negara tepatnya telah memperkaya Azwar Agus selaku direktur CV Telomoyo. Para terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55ayat (1) ke 1 KUHP.

Selain penjara 2 terdakwa juga diharuskan membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta dengan subsider 3(tiga) bulan kurungan.
Dalam dakwaan JPU diungkapkan kerugian negara dalam proyek pengadaan alat kesehatan RSUD Ir.Soekarno Provinsi Babel Sebesar Rp Rp 3.812.500.00. Adapun rincianya sebagai berikut: harga kontrak Rp 12.250.000.000. Potongan ppn + pph 15 persen saat pembayaran Rp 1.837.500.000. Jumlah diterima penyedia CV Telomoyo Rp 10.412.500.000. Sedangkan pembayaran kepada distributor CV Telomoyo Rp 6.600.000.000 sehingga selisih uang yang diterima oleh CV.telomoyo sebesar Rp 3.812.500.000.

Dalam perkara ini Saat Hendra diperiksa selaku terdakwa, hakim ketua Siti Hajar Siregar pernah menawarkan kepada terdakwa agar mau buka-bukaan terkait korupsi pengadaan alat kesehatan yang telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 3,8 milyar itu.

Sidang yang diketuai Siti Hajar nampaknya masih mencurigai Hendra menutup-nutupi adanya keterlibatan pihak lain dalam korupsi ini. Namun jawaban Hendra tetap sama seperti awal lalu tak melibatkan pihak manapun.

Demikian juga dengan aliran uang kerugian negara yang besar tersebut, Hendra tetap menutup diri untuk “bongkar dapur”. Menurutnya uang tersebut telah dipergunakan untuk renovasi ruangan Ct Scan di rumah sakit umum Provinsi Bangka Belitung. Namun hakim masih mencecar pertanyaan seputar adanya pengembalian kerugian negara senilai Rp 2 milyar. Tetapi Hendra nampaknya tetap ogah bernyanyi dan memilih bungkam.

Editor : Supri

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button