LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Gubernur Babel Target Tahun 2022 Kab/Kota Miliki Cold Storage

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Erzaldi Rosman, meminta dukungan para pelaku usaha perikanan berkenaan dengan pemberdayaan nelayan yang ada di Babel.

“Saya meminta dukungan pelaku usaha perikanan bersama pemerintah dan BKIPM untuk bersama-sama memberdayakan nelayan dalam suatu usaha meningkatkan martabat bangsa, sehingga ikan-ikan yang dikirim ke luar negeri betul-betul diterima tanpa alasan apapun,” kata Gubernur, saat menjadi Pembicara dalam Simposium “Sinergi Dalam Upaya Peningkatan Ekspor Hasil Perikanan yang Berdaulat, Berkelanjutan dan Mensejahterakan Masyarakat”, di Kantor Stasiun KIPM Kelas I Pangkalpinang, Kompleks Perkantoran Gubernur, Senin (28/8/2017).

Gubernur mengaku senang akan data mengenai perikanan yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait, sebagai patokan dan mendorong untuk membuat kebijakan.

“Dengan informasi yang telah disampaikan, rekanan dari perusahanan perikanan harus mencari pasar. Kebijakan ibu Menteri harus kita dukung, dimana kebijakan itu sangat dahsyat dan memberikan dampak positif bagi nelayan-nelayan kita,” terang Gubernur.

“Sangat naif ketika luas kelautan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sangat besar ini, namun ekspor kita kalah dengan provinsi daratan. Data itu juga memotivasi Pemprov memberdayakan para nelayannya,” timpal Gubernur.

Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menegaskan, untuk terus meningkatkan nelayan Babel. Target tahun 2022 setiap kabupaten harus memiliki cold storage, sehingga dapat meningkatkan hasil perikanan.

“Selama ini yang terpikir hanya ikan asin,diharapkan dengan adanya cold storage, nelayan dapat terbantu saat musim ikan tengah sepi, sewaktu hasil ikan berlimpah dapat disimpan di cold storage,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Bangka Belitung, Nandang Koswara menyampaikan, BKIPM Provinsi Bangka Belitung mempunyai tugas mengawal langsung kedaulatan kelautan dan perikanan Bangka Belitung, khususnya dalam mewujudkan Ikan Babel yang sehat yaitu bebas dari hama dan penyakit.
Selanjutnya, Ikan Babel bermutu yaitu mempunyai nilai dan daya jual yang tinggi, Ikan Babel yang aman konsumsi, yaitu bebas dari Formalin dan Zat berbahaya lainnya, serta Ikan Babel yang lestari. Artinya, dapat dinikmati oleh anak cucu nanti. “Simposium ini, diharapkan dapat terbangun sinergi yang harmoni dan strategis hingga sama-sama bersepakat mengawal, sekaligus dalam upaya Upaya Peningkatan Ekspor Hasil Perikanan yang Berdaulat, Berkelanjutan dan Mensejahterakan Masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala BKIPM RI, Dr. Ir. Rina, M.Si, dalam paparannya menerangkan, sasaran utama Pembangunan Kelautan dan Perikanan saat ini, adalah ingin meningkatkan pertumbuhan PDB untuk perikanan hingga 9, 51 %, dan kondisi ini diyakini bisa dikejar, karena saat ini, nilai tukar nelayan di Indonesia di angka 112. Artinya, kehidupan nelayan ini membaik.

“Sektor Perikanan Tahun lalu, menyumbang Deflasi, hal ini dikarenakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menerapkan kebijakan sangat ketat dijaga tentang Pelarangan Kapal asing menangkap ikan di Indonesia, serta batasan-batasan mengambil Ikan bagi nelayan,” jelasnya.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sambung dia, untuk produksi perikanan menjadi sumber utama, dan sangat melimpah, seperti dalam data ekspor perikanannya meningkat dan bisa menjadi Sentra perikanan unggulan di Indonesia.
Babel memiliki produk perikanan unggulan, seperti cumi, ikan ekor kuning dan tengiri dengan jumlah ekspor minimal kurang lebih 50 ton.

“Saat ini negara Thailand, sudah meminta secara resmi hasil perikanan Babel. Alhamdulillah berkat kerja keras BKIPM Babel,hasil perikanan Babel sudah mencapai di great B, artinya kita sudah bisa menembus pasar ekspor Amerika. Saya berharap BKIPM dapat terus berupaya agar hasil perikanan Babel bisa mencapai great A, artinya bisa ekspor ke pasar Eropa,” jelasnya.

“Sinergi ini, bila kita jaga dengan baik, akan terbuka lebar di lalulintaskan di Luar Indonesia,” ujarnya.
Di penghujung Simposium yang turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Babel, M. Hardi, Perwakilan FORKOPIMDA Babel, seluruh pengusaha hasil perikanan di Bangka Belitung, Maskapai penerbangan dan Pelabuhan, Akademisi Mahasiswa dan Pelajar itu, Gubernur Erzaldi juga secara simbolis menyerahkan 11 Pegawai Pengawas Mutu di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Babel menjadi pegawai Pemerintah Pusat melalui BKIPM Bangka Belitung, sesuai dengan amanah UU nomor 23 tahun 2014.

Editor : Supri

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button