LENSA TINS

Zonasi Laut, Berikan Kepastian Pertambangan Timah

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Izin usaha pertambangan (IUP) di wilayah laut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memang kerab bersinggungan dan terhenti. Karena ada kepentingan kegiatan usaha lain di laut yang akan ditambang, walau pun sudah memiliki IUP clear dan clean (CnC) kerab harus terhenti. Kepastian hukum dalam produksi mineral logam timah di laut ini, baru akan terselesaikan bila zonasi laut sudah dibuat oleh pemerintah.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Babel Suranto Wibowo kepada lensabangkabelitung.com, memang mengaku hal itu bukan kewenangan mereka di Distamben. Melainkan kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Babel. “Kalau untuk laut itu kita masih harus menunggu zonasi baru bisa jelas, makin cepat zonasi makin enak kita kerja di lautnya,” jelasnya ketika ditemui di ruangannya.

Dirinya berkenan untuk menjawab soal zonasi laut tadi, memang ketika diminta soal kejadian beberapa IUP CnC harus terhenti karena berbenturan dengan kepentingan kegiatan lain. Seperti IUP PT Timah Tbk di Teluk Kelabat, walau pun sudah CnC terhenti akibat penolakan oleh nelayan dan Walhi Babel terhenti. Kemudian IUP PT Stanindo Inti Perkasa di Pasir Padi, juga harus terhenti karena DPRD Kota mengirimkan surat penolakan. Padahal keduanya terhenti, bukan karena menyalahi aturan melainkan terhenti karena desakan politis. “Laut itukan milik publik, ada kepentingan kegiatan usaha lainnya, tidak hanya aktifitas penambangan saja,” jawabnya.

Berbeda dengan IUP CnC di darat undang – undang memang mengamatkan, harus menyelesaikan kepemilikan lahan yang menjadi hak masyarakat. Sehingga walau pun IUP tadi sudah CnC sekali pun, saat akan dieksploitasi oleh pemilik IUP harus segera diselesaikan kepemilikan lahan masyarakat. “Artinya hak atas lahan itu harus di clear kan dulu,” terang Suranto.

Ditambahkan Suranto, walau pun saat ini belum ada kepastian hukum untuk penambangan di laut. Akan tetapi begitu zonasi laut disahkan, maka semua IUP laut yang ada di Babel akan dimasukan menjadi zonasi pertambangan laut. “Tidak ada masalah, karena IUP laut itu semuanya CnC (jadi) masuk dalam usulan zonasi (pertambangan) di laut,” tambahnya.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button