LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Sampai Juli Penerimaan Babel Capai 61,48 %

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Total penerimaan Provinsin Kepulauan Bangka Belitung, sampai Juli 2016 lalu sudah melewati batas target tahapan lewati satu semester. Total penerimaan pada bulan Juli telah 61,48%, dari target tahapan 58,33%, dengan total penerimaan Rp 1,23 triliun yang targetnya Rp 2,01 triliun.

Ini tertuang dalam surat laporan realisasi penerimaan daerah Babel, sampai dengan bulan Juli 2016. Laporan ke Menteri Dalam Negeri ini ditandatangani Yan Megawandi atas nama Gubernur Babel. Total penerimaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain – lain pendapatan daerah yang sah. Dimana tercapai 61,48% dari target tahapan 58,33%, realisasi penerimaan sampai Juli Rp 1,23 triliun sedang target pendapatan tahun 2016 Rp 2,01 triliun.

Realisasi PAD Babel sampai bulan Juli 2016, 55,20%, dari target Rp 567,6 miliar tercapai Rp 313,7 miliar. Dengan rincian pajak daerah dari target Rp 500,8 miliar tercapai 275,1 miliar, lain – lain PAD dari target Rp 50,2 miliar pencapaian Rp 27,8 miliar. Sedangkan hasil PMD dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan pencapaian Rp 5,5 miliar dari target Rp 7,5 miliar.

Dana perimbangan tercapai 58,61% dari target Rp 1,3 triliun, terkumpul Rp 740,4 miliar pada bulan Juli. Rincian sumber dana perimbangan adalah bagi hasil pajak atau bukan pajak Rp 89,9 miliar dari target Rp 226,1 miliar, Dana Alokasi Umun (DAU) Rp 603,7 miliar dari target 909,5 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 46,8 miliar dari target 131,5 miliar. “Iya targetnya 12 bulan yakni satu tahun, kalau realisainya sampai bulan Juli,” jawab Yan.

Lain – lain pendapatan daerah yang sah lebih target 16 % dari Rp 184,6 terealisasi Rp 184,9 miliar. Terdiri dari dana penyesuain dan otonomi khusus Rp 184,9 miliar dari target 184,6 miliar, dana penyesuaian Rp 184,8 dari target Rp 184,6 miliar, dana BOS Rp 184,9 miliar dari target 179,6 miliar sedangkan sumbangan pihak ke tiga tidak terealisasi dari target Rp 5 miliar. “Memang kalau Rp 1000/kilogram dari pengusaha timah bisa kita pungut, agak lapang kita,” terang Kepala DPPKAD Babel Yulizar Adnan ditemui terpisah.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button