LENSA TINSNEWS

Proses Sertifikat CnC, 46 IUP Timah Kurang Syarat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), 65 IUP dalam proses sertifikat CnC dengan berbagai mineral logam, non logam dan batuan. 46 IUP diantarnya dengan komoditas Timah, jika ingin terbit sertifikat CnC harus mendapatkan rekomendasi dari Gubernur. Sehingga 46 IUP ini masih harus melengkapi persyaratan yang perlu dilampirkan, sebelum rekomendasinya dikeluarkan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Suranto Wibowo kemarin hal itu. Menurutnya 65 IUP di Babel memang sedang dalam proses dan telah diumumkan kementerian ESDM. Perusahaan tadi masih harus melengkapi kekurangan sebelum diterbitkan sertifikat CnC. “Jika mau diterbitkan sertifikat CnC, harus dapat rekomendasi Gubernur. Ada syarat dokumen yang harus dilengkapi, berkas yang harus disampaikan berbeda antara IUP tahap eksplorasi dengan IUP tahap Operasi Produksi,” ungkapnya.

Perusahaan yang sedang dalam tahap eksplorasi harus menyampaikan, bukti setor iuran tetap sampai dengan tahun terakhir dan rekomendasi hasil evaluasi teknis (Laporan Eksplorasi) dari Pemerintah Provinsi. Sedang perusahaan dalam tahap Operasi Produksi menyampaikan, bukti setor pembayaran iuran tetap dan iuran produksi (royalti) sampai dengan tahun terakhir dan rekomendasi hasil evaluasi teknis dan lingkungan (Laporan Eksplorasi, Studi Kelayakan, dan Dokumen Lingkungan) dari Pemerintah Provinsi. “CnC nya siap dikeluarkan cuman ada yang harus dilengkapi,” sambung Suranto.

Dari 46 IUP Timah, 2 IUP baru tahap eksplorasi, Tinindo Inter Nusa di Bangka Selatan (Basel), seluas 2.320 hektar (Ha) dan Mekar Mulia Mandiri di Belitung, luas 457 Ha. Sedangkan 44 IUP timah pada tahap operasi produksi (OP), 18 IUP di Kabupaten Bangka, 14 IUP di Basel, 4 IUP di Kabupaten Belitung, 3 IUP di Kabupate Bangka Barat (Bateng) dan Belitung Timur. Di Bangka Tengah dan Pangkalpinang masing – masing 1 IUP.

Dari total keselurahan 65 IUP CnC di Babel, 2 IUP tahap operasi produksi dengan komoditas timah dan mineral pengikut di Basel, milik CV Agung Sangun Jaya dengan luas 142,1 Ha dan PT Kijang Jaya Mandiri seluas 198,7 Ha. Sisanya adalah 17 IUP mineral non logam yakni 9 IUP dengan komoditas Pasir Kuarsa yang diantaranya dua IUP dalam tahap eksplorasi. Masing – masing milik CV Prima Sari Utama di Basel seluas 120 Ha dan PT Tambang Jaya Indah di Bateng seluas 189,30 Ha.

3 IUP komoditas Pasir Bangunan, dua diantaranya dalam tahap eksploras ketiganya di Kabupate Belitung lalu 2 IUP OP Kaolin. Sedang 3 lainnya IUP Eksplorasi Tanah Urug di Basel seluas 17,87 milik CV Tiara Gading, IUP OP Tanah Liat milik PT Setia Maju Pratama di Beltim seluas 152,7 Ha dan IUP OP Hematit, PT Timah Tbk seluas 175 Ha.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button