LENSA NASIONALNEWS

Dewan Babel Setuju Rokok Naik, Tapi…

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dua pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) setuju dengan naiknya harga rokok. Karena menaikan cukai rokok kewenangan pemerintah pusat, apalagi kepentingannya untuk menambah pendapatan Negara. Hanya saja ada dampak yang harus diukur pemerintah pusat, serta aspirasi para perokok aktif yang perlu diakomodir sebagai pemilih mereka.

Amri Cahyadi menyatakan memang ada keuntungan naiknya harga rokok, karena akan membatasi perokok aktif khususnya pelajar. Selain menurunkan perokok aktif, menurutnya akan ada penambahan pendapatan dari cukai rokok. “Tapi itukan baru wacana, sudah diklarifikasi oleh bu menteri keuangan kalau belum dibahas dalam anggaran,” katanya.

Menurutnya kenaikan harga rokok tadi baru wacana pemerintah pusat, akan tetapi kalau memang itu sudah menjadi keputusan mereka di DPRD Babel tidak bisa berbuat apa – apa. Hanya saja sebagai legislatif dirinya juga memiliki pemilih perokok aktif, sehingga itu juga menjadi pertimbangan walau dirinya tidak merokok. “Dalam kontek kesehatan saya setuju, tapi sebagai wakil rakyat saya juga dipilih oleh perokok aktif, sehingga kita harus memikirkan kepentingan mereka,” ungkapnya.

Sedang Deddy Yulianto mengingatkan soal akibat menaikan harga rokok, akan berakibat penurunan daya beli. Karena cukai rokok akan harus dibayar terlebih dahulu oleh produsen, sebelum dijual ke pasaran. Sehingga setelah dinaikan, kemudian ada penurunan pendapatan karena berkurangnya pembeli.

“Tergantung sudut pandang, naikan harga rokok untuk pendapatan negara itu positif, tapi kalau kebijakan itu menyebakan penurunan pendapatan akan menyebabkan pengutangan tenaga kerja,” ungkap Deddy.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button