LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

30 IUP Mineral Logam Timah Dicabut

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – 332 izin usaha pertambangan (IUP) dicabut oleh pemberi izin, baik oleh Kabupaten/Kota maupun Provinsi di Indonesia. 30 IUP tersebut adalah komoditas mineral logam dan timah, 5 IUP Operasi Produksi (OP) di Kabupaten Bangka Barat (Babar) dan 2 IUP OP Mineral Logam di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng). Sisanya pada tahap eksplorasi, 17 di Kalimantan Barat, 12 IUP dikeluarkan Kabupaten Kayong Utara, 5 IUP Provinsi, di Riau Kepulauan dari 8 IUP hanya satu dikeluarkan oleh Kabupaten Lingga.

Dari hasil pengumuman penetapan izin usaha pertambangan (IUP) Clear and Clear ke 18, 121 IUP dalam proses sertifiksi CnC. Dimana Direktorat Jenderal Miner dan Batubara (Dirjen Minerba), ikut melampirkan daftar IUP yang dicabut pemberi izin dengan nomor 1115.Pm/04/DJB/2016 tanggal 29 Juli 2016. Perlu diketahui, total IUP yang direkomendasi Provinsi untuk Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 1083 IUP dengan 453 IUP rekomendasi dan 630 IUP rekomendasi dari Kepala Dinas.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 15 IUP mineral logam, non logam dan batuan ikut dicabut, 5 IUP OP dengan komoditas mineral logam dan timah. Kabupaten Babar mencabut 2 IUP OP Timah milik PT Sinar Logindo Alam dan PT Bangka Belitung Timah Sejahtera, Kabupaten Bateng mencabut IUP OP Mineral Logam milik PT Permata Mustika Rajawali dan PT DS Jaya Abadi. “Tidak akan mempengaruhi produksi smelter, karena penetapan ekspor yang menentukan jumlah timah yang dilebur adalah IUP sertifikat CnC,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Babel, Suranto Wibowo.

Berikut 17 IUP Eksplorasi di Kalimantan dengan rincian 5 IUP dicabut oleh Provinsi yakni PT Indo Gastia, PT Karya Duta Gemilang, PT Fajar Bawah Karaeng, PT Surya Intan Kubu Raya, PT Hasil Usaha Mandiri, PT Surya Indah Khatlistiwa. 12 IUP Eksplorasi dicabut oleh Kabupaten Kayong Utara adalah 2 IUP PT Berkat Rezeki Pawani, 4 IUP milik PT Emas Bumi Persada dan PT Tambang Buana Andalan sisanya IUP PT Galian Abadi Sejati serta PT Tambang Island Nusantara.

Untuk di Kepulaua Riau (Kepri), 7 IUP Eksplorasi dicabut Provinsi PT Sele Raya Mining, PT Supreme Alam Resource, PT Astaman International, PT Maha Karya Agung, PT Anugerah Hasta Perkasa, PT Karya Perdana Sukses dan PT Nico Pratama Anugrah. Sementara PT Lembaran Pertama Perkasa adalah satu IUP Eksplorasi yang di cabut oleh Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. “Kalau kita di Babel yang mencabut IUP itu Kabupaten semuanya, memang hanya 5 yang IUP dengan komoditas mineral logam timah,” tambah Suranto kepada wartawan ketika ditemui di ruangannya.

Untuk 10 IUP mineral non logam hanya satu perusahaan di pulau Bangka, yakni Kabupaten Babar milik 2 IUP PT BBTS dengan komoditas Zirkon. 8 IUP lainnya di Belitung Timur, PT Allied Minerals, IUP OP dengan Komoditas Kaolin. 2 IUP Eksplorasi PT Bintang Binamitra dengan komoditas Pasir Kuarsa, 2 IUP OP dengan komoditas Tanah Liat milik PT Citra Tambang Perkasa dan Swasembada Mineral Indonesia. IUP OP CV Cahaya Baru dengan komoditas Pasir Kuarsa dan 2 IUP OP dengan komoditas Hematite PT Karsa Berkah Abadi dan PT Sinar Tambang Nusantara.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button