LENSA TINSNEWS

Puluhan Ton Mineral Ikutan ‘Nyebrang’ Pakai Roro

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – PT Dewa Putra Bangka (DPB) dikabarkan mengirim 60 ton mineral ikutan jenis zirkon, Senin (18/7) lalu. Dari Pelabuhan Pangkalbalam, puluhan ton mineral ikutan ini nyebrang dengan Kapal Roro diangkut didalam lebih dari 2 truk. Minggu sebelumnya, mineral ikutan ini akan diangkut ke Jakarta dengan cara yang sama namun dibatalkan.

Sumber lensabangkabelitung.com mengatakan, mineral ikutan tadi akan di kirim ke luar negeri setelah terkumpul di Dermaga 301 Tj Priok milik Wali jaya. Bahkan sistim pembayaran, tidak perlu menunggu barang sampai melainkan saat truk naik ke atas kapal Roro. “Kalau setahu saya satu armada (truk) memuat 25 ton zirkon, kalau ada tiga berarti 75 ton,” cerita sumber tadi.

Pengamat Pertimahan Bambang Herdiansyah kepada lensabangkabelitung.com, pagi tadi membenarkan soal kabar tersebut. Menurutnya Selasa (12/7) lalu dirinya mendapat informasi, 50 ton mineral ikutan akan diselundupkan lewat kapal Roro. Hanya saja ketika dirinya dan seorang wartawan senior mendatangi Pelabuhan Pangkalbalam, tidak ditemukan ciri armada yang mengangkut mineral ikutan tadi.

“Ternyata mereka tahu, dan membatalkan pengiriman, baru dipastikan mereka nyebrang ya Senin tadi namun kita kehilangan kontak informan sehingga ciri – ciri truk yang mengangkut tidak diketahui. Kita baru dapat kabar kalau barang yang kami incar pada minggu sebelumnya Senin (18/7) sore,” papar Bambang.

Bambang juga mengindikasikan, aktifitas ilegal mining, dilakukan PT DPB dalam melakukan penambangan mineral non logal jenis Zirkon yang mereka kirim ke Jakarta. “Menyangkut asal
usul komoditas tambang yang dikirim, seharusnya diusahakan
dari Wilayah Usaha Pertambangan (WUP) pemegang IUP. Atau diperoleh melalui kerja sama dengan pemegang IUP Operasi Produksi
lainnya atau IUPK Operasi Produksi lainnya. Dan bukan diperoleh dengan cara yang ilegal, seperti membeli tailing pencucian timah,” terangnya.

Terkait dugaan pelanggaran ilegal mining sambung Bambang, dalam undang – undang nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan Batubara diatur pada pasal 158. Dengan ancaman hukuman dan denda sama dengan pelaku perjudian, dalam KUHP pasal 303. “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 miliar,” sambungnya.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button