LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Pengolahan Mineral Ikutan, Peningkatan Nilai Tambah

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Puluhan ton Zirkon yang menyeberang ke Jakarta dengan kapal Roro, karena diangkut dengan armada truk adalah pengolahan mineral ikutan timah. PT Dewa Putra Bangka (DPB) sebagai salah satu pemilik izin pengolahan mineral ikutan timah di Provinsi Bangka Belitung (Babel), memang memiliki IUP Izin Usaha Pertambangan (IUP)
Pengolahan. Izin tadi merupakan peningkatan nilai tambah mineral ikutan, dari produksi mineral logam timah di atas IUP Operasi Produksi OP perusahaan lain.

Kepala dinas pertambangan dan energi (Distamben) Babel Suranto Wibowo kepala lensabangkabelitung.com, mengaku tidak ingat soal jumlah IUP Pengolahan diatas IUP OP Mineral Logam Timah. Tapi dia memastikan PT DPB memang salah satu perusahaan pemilik IUP Pengolahan mineral ikutan timah. “Memang benar (PT DPB) karena mereka punya IUP Pengolahan, jadi tidak perlu IUP OP, karena dia IUP Pengolahan diatas IUP OP (mineral logam) timah,” jelas Suranto dihubungi via telpon.

Dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 8 tahun 2015 tentang perubahan Permen ESDM Nomor 1 tahun 2014 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral. Pada bab II tata cara peningkatan nilai tambah mineral, dijelaskan komoditas tambang yang merupakan produk sampingan pengolahan tambang mineral logam diantaranya zirkon, ilmenit, monazit.

Bentuk kerjasama pengolahan tadi, tidak hanya dalam bentuk melakukan proses pengolahan dan pemurnian saja. Karena dalam pasal 6 poin a, disebutkan dapat berupa jual beli biji (raw material atau ore). Dalam regulasi kementian tadi, peningkatan nilai tambah komoditas tambang mineral dan batuan diatur langsung bentuk mineralnya.

Bahkan untuk mempermudah perizinan bagi pengusaha lokal, pada pasal 6 ayat (2) poin (b) rencana kerjasama pengolahan dan atau pemurnian hanya dapat dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari Gubernur. Dimana rencana kerjasama dilakukan antar pemegang IUP OP, atau antar pemegang IUP OP dengan IUP OP Khusus untuk pengolahan yang diterbitkan oleh Gubernur.

Direktur Dewa Putra Bangka Abdullah kepada lensabangkabelitung.com mengatakan, peningkatan nilai tambah dari mineral ikutan tadi belum dapat optimal karena regulasi pemerintah mengakibatkan stok menumpuk di Babel. “Harga pasaran dunia melemah, dikarenakan regulasi yang dibuat pemerintah pusat tidak seimbang dengan kepentingan daerah. Kuncinya di situ,” jawabnya ketika ditanya soal harga jual zirkon yang mereka olah murah.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button