LENSA EKONOMILENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Stok LME Berkurang, Optimis Harga Membaik

Lensanangkabelitung.com, Pangkalpinang – Meningkatnya ekspor timah diatas 7.000 ton di April, membuat harga dibulan Mei tidak tembus US$ 17.000. Akibat tingginya stok London Metal Exchange (LME) diatas 7.000 metrik ton, maka harga sempat dibawah US$ 16.000. Bulan Juni, minggu ke II dan III stok LME kembali dibawah 6.500 ton, harga pun membaik.

PT Timah Tbk melalui Sekretaris Perusahaan Agung Nugroho optimis harga membaik, dua minggu terakhir harga beli LME diatas US$ 17.000. Karena memang stok LME berkurang dibanding bulan Mei diatas 7.000 ton. Sedang dua minggu terakhir, stok LME paling tinggi diangka 6.555 ton awal minggu ke II bulan ini. “Stok LME memang sempat banyak, tapi sekarang sudah berkurang,” katanya.

Ekspor timah bulan April memang tinggi sehingga di bulan Mei stok LME naik diatas 7.000, harga pun dominan turun bahkan sampai dibawah US$ 16.000. Jumlah ekspor timah Babel dipastikan mempengaruhi stok LME, diungkapkan Agung kepada wartawan Jumat (24/6) lalu di Graha Timah. “Ada salah satu smelter (di) kita menyatakan bangkrut jadi semua produknya itu diperkirakan dan dinyatakan masuk ke bursa – bursa menyebabkan stok di LME tinggi,” tambah Agung.

Berbeda ketika stok LME diatas 7.000 pada akhir Mei 2016, dua minggu terakhir bulan ini stok LME dibawah 6.500 harga bertahan di US$ 17.080 – US$ 17.200. Sejak Senin (13/6) harga beli LME 17.080 stoknya 6.555, kemudian 14 – 16 Juni stok dibawah 6.500 harga pun membaik bahkan Rabu (15/6) harga beli LME US$ 17.225 sedang harga jualnya selisi US$ 25. Walau pun turun di hari Kamis (16/6) lalu yakni harga beli LME US$ 17.140 dengan harga jual $ 17.145 walau stok awal 6.300 ton. “Harga timah setidaknya tidak turun dibawah 16.000,” jawab Agung.

Minggu ke III bula Juni, harga beli LME dibuka pada US$ 17.000 dengan harga jual US$ 17.005 stok mereka 6.360 ton, kemudian naik Selasa (21/6), harga beli LME US$ 17.030 dengan harga jual US$ 17.035 dengan stok awal 6.275 ton. Alhamdulillah harga beli LME, Rabu (22/6) menjadi US$ 17.140 dan harga jual US$ 17.150. Stok timah LME Kamis (23/6) 6.245 ton kembali turun dari sehari sebelum 6.285 ton, membuat harga beli naik US$ 17.165 dengan harga jual US$ 17.170. “Kan sudah bagus itu, kita harapkan harga timah itu nanti balik lagi ke 18.000,” sambung Agung.

Penulis : Farizandy

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button