LENSA NASIONALNEWS

Partai Pengusung Erzaldi Tunggu Jumpa Pers

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Lewat jalur partai politik Erzaldi Rosman memastikan ‘bertarung’ merebut kursi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dengan ‘modal’ 2 kursi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kalau tidak meleset partai koalisi pengusungnya selain Partai Nasdem, Gerindra dan PPP. Erzaldi tidak mau memastikan partai pengusungnya diluar Nasdem, sebelum digelar keterangan pers dari pengurus partai dan ditinya digelar.

Erzaldi mengatakan hal ini kepada wartawan kemarin (18/6), usai bukan bersama dan silaturahmi akbar dengan Kawan Erzaldi di Gedung Hamidah. “Kesepakatan partai pengusung saya akan bersama – sama dengan Erzaldi melakukan pers rilis. Jadi saya tidak berani, kecuali Nasdem karena saya sudah mendapat dukungan dari pak Surya Paloh secara langsung,” ungkap Bupati Bangka Tengah (Bateng) ini.

Erzaldi masih menyimpan nama – nama partai yang akan menjadi pengusungnya, kalau benar antara PPP dan Gerindra koalisi dengan Nasdem. Dua partai tersebut belum cukup memenuhi syarat 20 % dari jumlah kursi, artinya minimal harus menguasai partai dengan total 9 kursi di DPRD Babel. PPP memiliki 6 dan Gerindra hanya 5 kursi, sehingga koalisi pengusung Erzaldi harus lebih dua partai. “Intinya kalau tidak ada pengusung kita independen,” jawab mahasiswa Doktor IPDN ini.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Bangka Belitung (UBB), Ibrahim sebelumnya memang mengatakan bila aksi ‘borong’ partai tidak ketat maka tiga pasang bisa terealisasi. Pilar membangun koalisi, bergantung pada PDI Perjuangan, Golkar, PPP dan Gerindra dengan partai menengah PKS, PAN dan Partai Demokrat. “Sebenarnya bila tidak ada aksi borong dan beli parpol maka bisa 4 pasang, jika terjadi maka bisa head to head, tapi jika aksi borong parpol tidak terjadi secara ketat, maka bisa meleset ke 3 pasang,” jelasnya.

Ibrahim pesimis dengan jalur perseorangan karena aturan mengharuskan sensus untuk validasi dukung, metode ini sangat riskan untuk digunakan untuk menjegal mengingat waktu verifikasi hanya 14 hari. Syarat dukungan yang banyak bisa saja membuat pergeseran dukungan dengan iming – iming, karenanya proses validasi di akar rumput bisa menjatuhkan calon belum lagi proses verifikasi bisa menjadi cela tim lawan untuk menyingkirkan. “Sekali pun kandidat dari jalur ini akan menghangatkan kontestasi, namun keberhasilannya patut dicurigai akan mudah tersekat,” sambungnya.

(dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button