LENSA NASIONALNEWS

Kawan Erzaldi : Menuju Babel Baru

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kawan Erzaldi adalah relawan Erzaldi Rosman, menuju kursi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kesamaan visi Babel harus berubah lebih baik lagi, alasan mereka bersama di Gedung Hamidah tadi (18/6) sore dalam Silaturahmi Akbar dan Berbuka Puasa Bersama. Dengan jargon “Menuju Babel Baru” Kawan Erzaldi menganggap Bupati Bangka Tengah (Bateng) ini, mampu merealisasikan visi tadi.

Erzaldi hadir didampingi istrinya Melati disambut yel – yel “go go Erzaldi kami semua kawan Erzaldi”, “go go Erzaldi kita semua dukung Erzaldi” dan “go go Erzaldi Menuju Babel Baru”. Barulah acara dimulai, selain anggota DPD RI Elfian Rosman, anggota DPRD Bateng Zamhari dan Ustad Endy Kurniawan. Setelah pembacaan kalam ilahi dan artinya, satu persatu perwakilan Kawan Erzaldi Kabupaten/Kota melakukan orasi. Sebelum orasi politik Erzaldi, dilakukan penyematan rompi kepadanya dan Melati.

Erzaldi dalam orasi politiknya mengaku kehadiran Kawan Erzaldi, menambah semangat dan bukti bahwa dia tidak sendiri melakukan perubahan. Berapa bulan terakhir Kawan Erzaldi telah berkampanye untuk dirinya di media sosial maupun komunitas, inilah motivasi dia pun berjanji akan melakukan perubahan besar bagi Babel. “Bismillah saya Insyaallah akan turut serta membangun dan melakukan perubahan. Menuju Babel yang baru dengan penuh perubahan,” tutup Erzaldi

Koordinator Babel Kawan Erzaldi Arpandi memastikan kebersamaan mereka, karena kesamaan visi Babel harus berubah lebih baik lagi. Dengan jargon “Menuju Babel Baru”, mereka mengkampanyekan Erzaldi sebagai calon Gubernur Babel. “Kesamaan visi itu membuat kami berkumpul hari ini, kami hadir karena kami sadar, perubahan hanya bisa diwujutkan dengan kebersamaan, saling bergandeng tangan menguatkan harapan,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim, mengatakan politik voluntarisme (kesukarelaan) berbasis dukungan akar rumput dan komunitas civil society sebenarnya baik. “Masalahnya adalah seberapa dalam dan tulus semangat voluntarisme tersebut. Saya khawatir voluntaristik tersebut ‘by design’, belum natural. Meningkatnya pragmatisme, dukungan berbasis relawan patut dicurigai sebagai agenda setting,” paparnya.

Meski demikian Doktor lulusan UGM ini mengaku tetap mengapresiasi politik voluntarisme tersebut, karena memang belakangan sangat marak dengan berbagai kemasan. “Istilah relawan, kawan, sahabat, atau apapun menjelaskan mimpi dukungan dari akar rumput terhadap kepemimpinan daerah. Selama dukungannya natural dan tidak ‘by order’, ini sangat menggembirakan karena akan menjadi vitamin demokrasi,” sambung Ibrahim yang pendalaman riset doktornya di Queensland University.

(dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button