LENSA NASIONALNEWS

Kadin : Listrik Babel Masih Byarpet

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) salut dengan perhatian Presiden Joko Widodo terhadap Negeri Serumpun Sebalai. Karena pria dengan sapaan akrab Jokowi itu, belum genap satu tahun sudah dua kali mengunjungi Babel. Setelah sebelumnya terkait masalah pertambangan timah, kali ini coba menyelesaikan permasalah kelistrikan di Babel.

Hanya saja menurut Ketua Kadin Babel, Thomas Jusman memastikan kondisi daya listrik yang dimiliki PT PLN Wilayah Babel masih kurang dari kebutuhan sebenarnya. Sehingga angka beban puncak rata – rata dari PT PLN untuk Bangka dan Belitung, bukan angka kebutuhan listrik di Babel. “Pada kenyataannya Babel masih defisit, mengingat masih sering byarpet,” ungkapnya.

Masih menurut Thomas, dalam melayani kebutuhan masyarakat Babel daya mampu PLN yang terpasang sebenarnya masih kurang. Tentu, untuk kebutuhan usaha dan industri juga akan sulit diakomodir. Wajar, bila saat Jokowi ke Babel sebelumnya keluhan mayoritas masyarakat dan pelaku usaha adalah terkait kelistrikan. “Belum ditambah kebutuhan industri dan investasi, kalau listrik masih bermasalah bagaimana mau ada investasi baru di Babel,” sambungnya.

Babel memang akan mendapat pasokan daya 75 Mega Watt, dari 350 MW kapasitas yang akan terpasang di regional Sumatera akhir tahun ini. Untuk Babel, MPP menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) untuk Belitung 1 x 25 MW dan Bangka 2 x 25 MW. “Kita Kadin (Babel) sangat mengapresiasi sekaligus bangga terhadap perhatian Presiden. Semoga dengan kunjungan beliau dua kali dalam tempo kurang dari setahun ini masalah kelistrikan di Babel bisa teratasi,” harap Thomas.

Namun, dari kacamata Kadin mengingat pentingnya kebutuhan listrik bagi perkembangan industri dan investasi. Maka perlu percepatan pembangunan pembangkit di Babel yang merupakan bagian dari target nasiolan 35.000 MW. Sehingga selain pembangunan PLTMG di Bangka Barat yang sudah proses lelang, PLTU Bangka I di Bangka Tengah pun tidak menunggu tahun 2022. “Kunjungan Presiden ini kita harap juga mendorong percepatan pembangunan pembangkit (Bangka I) 2 x 100 (MW),” pinta Thomas.

(dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close