LENSA NASIONALNEWS

Gubernur Resmikan Rumah Tahfidz Daqu An – Nur

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Yusuf Mansur pemilih rumah tahfidz Daarul Quran (Daqu), sempat tidak percaya kalau rumah penghafal alquran Daqu An – Nur akan diresmikan Gubernur. Walau pun sempat molor dari jadwal, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi akhirnya datang. Yusuf Mansur yang sebelumnya menunggu di dalam rumah tahfidz pun keluar bersama Zelo Sinaga pemilik rumah tahfidz tadi.

Memang, posisi rumah tahfidz ini berada di dalam gang perumahan Bukit Merapin, tepatnya Jl Pinang Raya No 342A. Kawasan padat penduduk ini membuat Yusuf Mansur berharap ke depan rumah Tahfidz ini saat Zelo lulus kuliah sudah menjadi pondok pesanteren. “Saya tadinya gak percaya kalau Gubernur yang akan meresmikan rumah tahfidz ini,” ujar Yusuf

Sementara, Gubernur mengaku dirinya justru terasa terhormat bisa meresmikan rumah yang melahirkan para penghafal alquran tadi. Karena menurutnya, rumah tahfidz akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Babel sebagai generasi qurani. “Dimana rumah tahfidz akan melahirkan generasi qurani yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sehingga dengan alquran sebagai petunjuk dan orientasi kehidupan sehari – hari dapat menjawab tantangan bangsa,” harap Rustam.

Sedang orang tua Zelo, pemilik rumah tahfidz Daqu An – Nur tadi H Yulius Sinaga. Menjelaskan tujuan mereka mendirika rumah bagi penghafal alquran agar menjadi bagian dari para tahfidz di Indonesia. Apalagi ada jaminan tempat terbaik baik di dunia maupun di akhirat nanti bagi mereka yang dekat dengan Alquran. “Sehingga kita berharap tempat ini bisa menjadi rumah bagi pembibitan dan tempat bagi penghafal quran,” terangnya.

Yusuf Mansur sendiri memang menanggapi keinginan Gubernur agar penghafal Alquran menjawab tantangan jaman tadi. Menurutnya, memang para generasi qurani perlu menjawab tantangan tadi, ketika negeri ini sedang butuh solusi dari para pecinta Alquran. “Benar kata pak Gubernur tadi, ketika negeri ini lagi butuh solusi, kita ditantang untuk alquran menjadi solusi. Yakinlah apa saja didekatkan dengan Alquran akan menjadi mulia. Saya sebelum kenal Alquran, batang lidi lebih gede dan rumput lebih mulia,” cerita Yusuf.

(dnl) (alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button