LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Kawasan, 49 Prona Pulau Nangka Gagal

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dalam proses reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Bangka Tengah (Bateng). Terungkap 49 usulan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) dibatalkan, karena masuk kawasan hutan sehingga tidak bisa disertifikat. Padahal 49 warga tadi, sudah akan dikeluarkan sertifikat prona oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Badan Pertanahan Nasional,pen).

Ini disampaikan anggota DPRD Babel, M Tanwin kepada lensabangkabelitung.com Kamis (19/5) siang. Menurutnya di Desa Tanjung Kura, Kecamatan Sungaiselan terdapat Pulau Nangka dengan penduduk 200 jiwa. Selain meminta ambulan laut, penerangan dan Tambat Perahu. “Ada juga, masalah proses 49 sertifikat Prona yang gagal karena Pulau Nangka ditetapkan sebagai kawasan hutan. Padahal mereka sudah tinggal dan menetap lama sebelum ditetapkan,” bukan anggota Komisi IV DPRD Babel ini.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kehutanan Babel, Nazalius mengatakan terkait hal ini dirinya belum mendapat laporan. Hanya saja, dipastikan salah satu dari tiga calon Sekda Babel tadi ada solusi bagi warga Pulau Nangka di Bateng ini. “Belum dapat laporan kami, terkait hal itu. Kita kemarin melakukan rekonsiliasi data dan informasi pembangunan kehutanan di Bumi Asih tujuannya memang agar ada persamaan data kehutanan. Salah satunya kalau ada masalah seperti ini dapat cepat direspon,” jelasnya.

Ditambahkan, Nazalius kunci penyelesai masalah warga di Pulau Nangka tadi ada di Pemerintah Bateng. Sehingga tergantung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bateng, mau tidak menyelesaikannya. “Kalau memang masalahnya penetapan kawasan hutan, gampang tinggal Pemkab Bateng melalukan perubahan perda RTRWnya karena sudah 6 tahun yang lalu perda RTRW Bateng ditetapkan. Nanti baru kita rubah kawasan di Pulau Nangka ke wilayah lain di Bateng,” papar Nazalius.

(dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button