LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Minim Modal, Gubernur Optimis Bank Babel Terbentuk

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Wacana Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi soal Bank Daerah belum memiliki titik terang. Kerkendalanya, memang anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel belum memungkinkan. Namun, orang nomor satu di Babel ini optimis, Bank Daerah Babel terbentuk. Kabupaten/Kota pun akan diajak untuk ikut berkontribusi menanamkan modalnya di Bank Daerah Babel.

Ini disampaikan Rustam kepada lensabangkabelitung.com, usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan Tingkat (Diklat Pim) III, kemarin. Menurutnya wacana Bank Babel memang masih terus diupayakan, oleh Pemprov. Hanya saja realisasinya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Belum itu (wacana Bank Daerah) masih kita dalami, karena kita harus menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun untut membangun bank baru,” jawabnya.

Walau begitu, Gubernur yakin Bank Babel akan terbentuk, kendalanya tinggal menyiapkan anggaran. Solusi untuk patungan membentuk Bank Daerah, akan dibicarakan Rustam ke Bupati dan Walikota. Selain rapat koordinasi (Rakor) juga akan diminta masukan untuk merealisasi Bank Babel.  “Saya yakin ke depan akan terwujut, kalau timnya sudah kuat dan BI sudah mendukung, orang – orangnya pun kita sudah siapkan. Kita akan menggelar rakor mengajak Kabupaten/Kota ikut menanamkan modal,” buka Rustam.

Dari kajian tim yang sengaja dibentuknya secara non formal, cara memiliki bank sedikitnya tiga cara. Membentuk bank baru, melikuidasi bank yang sudah mati, atau mengakusisi bank yang masih berjalan. “Kita tingagal mengarah ke mana yang memungkinkan, membesarkan bank syariah babel menjadi bank umum, melikuidasi bank yang sudah mati. Kalau untuk bentuk bank baru itu tidak mungkin, karena butuh Rp 6 triliun,” papar Rustam.

Ditambahkan, Gubernur saat ini memang peluang yang paling masuk akal adalah dengan mengakusisi. Namun langkah tadi, dilakukan untuk Bank Perkriditan Rakyat Syariah (BPRS) Babel, karena modal yang diperlukan paling sedikit. “Kalau kita bisa membesarkan Bank Syariah Babel menjadi Bank Umum, memang menjadi pilihan paling murah karena hanya butuh Rp 600 miliar,” tambah Rustam.

(Dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button