LENSA EKONOMILENSA TINSNEWS

BUMD Disarankan Dapat Fee Dari Penambang

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) diminta tidak memikirkan keuntungan dari harga jual mineral logam timah. Karena porsi sesunggunya mereka adalah koordinator hasil produksi ponton isap produksi (PIP) di lokasi izin usaha produksi (IUP) PT Timah Tbk.

Karena porsi BUMD hanya pengurus administrasi dokumen untuk legalitas penambangan, dan pengumpul hasil produksi dengan menalangi pembayaran. Maka BUMD disarankan hanya perlu mengambil persenan (fee), dari setiap kilogram timah.

Ini disampaikan pengamat pertimahan Bambang Herdiansyah kepada lensabangkabelitung.com malam tadi. Karena baginya peran BUMD hanyalah pada porsi mendapat persenan dari pengurusan dokumen, bukan harus mendapat keuntungan dari transaksi penjualan hasil produksi PIP. “Sekarang saya tanya, kalau penambang yang mengeluarkan cost operasi seperti bahan bakar, makan pekerja di PIP perawatan pembuatan PIP siapa yang menanggung? Lalu kalau rugi apakah ada tanggung jawab dari BUMD? Jadi fee saja cukup misalnya 1.000 perkilo,” sarannya.

Gubernur Babel, Rustam Effendi kepada wartawan ketika ditemui di stadion Depati Amir mengatakan tujuan BUMD menjadi mitra PT Timah Tbk memang untuk mengakomodir legalitas rakyat penambang di laut. Karena dengan adanya kepastian hukum, diharapkan masyarakat dapat melakukan aktivitas penambangan yang bendampak bergeraknya perekonomian masyarakat. Sehingga tujuan awal BUMD mendapat porsi mengkoordinir PIP tadi. “Kita tidak mungkinlah merugikan rakyat, kita buka peluang itu justru untuk masyarakat,” sambungnya.

Ditambahkan Gubernur, walau pun PT BBBS adalah BUMD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. Dirinya sebagai kepala daerah tidak bisa mencampuri kebijakan internal BUMD dan PT Timah Tbk, terlebih soal harga karena penetapan harga sepenuhnya kewenangan PT Timah Tbk. Ketika ditanya soal harga beli BUMD kepada penambang dinilai murah, menurutnya itu justru disebabkan harga beli dari PT Timah Tbk yang jauh diharga pasaran di tingkat penambang. “Saya tekankan kepada pak Sandi (Direktur PT BBBS), usahakan ke depan kita tidak profit margin, karena tujuan kita sebenarnya untuk membantu perekonomian masyarakat,” tambah Rustam.
 
Perlu diketahui, BUMD Provinsi memang mengawali program tadi di Kabupaten Bangka Setelan (Basel) bekerja sama dengan BUMD Basel. Mereka pun akan melakukan hal serupa, di Kabupaten lainnya dengan melibatkan BUMD Kabupaten setempat. Sama halnya dengan di Basel hanya beroperasi di satu lokasi, di Kabupaten lain pun mereka hanya mengkoordinir PIP di lokasi tertentu saja. Misalnya di Bangka Tengah (Bateng), lokasi yang menjadi wilayah kerjanya adalah sekitar Batu Belubang dan Tanjung Gunung.

(Dnl)(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button