LENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWS

Aspiratif, Nelayan Belitung Puji Didit

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya memang pintar memainkan perannya sebagai wakil rakyat. Alhasil, dia pun mendapat pujian dari para nelayan asal Belitung, Pance. Ini karena langkah dirinya yang dinilai cepat menyampaikan aspirasi nelayan ketika menggelar aksi dan menyampaikan aspirasinya ke wakil rakyat di DPRD Babel.

Aksi solidaritas nelayan sekitar 100 orang mendatangi gedung dewan Provinsi, Jumat (22/4) siang. Mereka pun langsung diterima Didit, yang tidak ikut kunjungan ke luar daerah. Mereka mengeluh, terkait murahnya harga ikan di pasaran yang diakibatkan perusahaan pengekspor ikan tidak membeli dikarenakan kapal ekspor mereka tidak dikeluarkan izin. “Tolong carikan solusi untuk kami bisa menjual ikan, karena saat ini perusahaan pengekspor ikan tidak membeli sehingga harga tidak bersaing,” kelur Pance sebagai juru bicara para nelayan.

Mendapat kelurahan tadi, Didit pun langsung bertanya izin tersebut siapa yang mengeluarkan. Apakah kewenangan Gubernur Babel, Rustam Effendi atau kewenangan Kementerian. Namun saat itu juga, Didit langsung menelpon Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Budiman Ginting. Selang beberapa waktu Budiman pun datang bersama dengan stafnya diatarnya Kepala Seksi Perizinan Perikanan Tangkap, Sularsono.

Saat Didit menelpon dan memberi kabar kepada para nelayan tadi bahwa pihak DKP akan datang. Hal ini justru membuat salut para nelayan yang hadir, sontak pujian dan teput tangan pun didapat Didit dari para nelayan. Bahkan Didit pun meminta agar DKP Babel segera memfasilitasi pengusaha, yang terkendala izin ekspornya tadi untuk mengetahui sejauh mana kendala mereka mengurus izin. Sehingga nelayan pun tidak lagi menjadi sulit menjual, karena akibat dua perusahaan tadi tidak bisa ekspor ternyata berdampak bagi nelayan.

Sementara itu, Budiman mengaku memang ada syarat perizinan yang sulit dipenuhi oleh pemilik kapal untuk ekspor tadi. Menurutnya, selain persyaratan umum yang biasanya agak diperlonggar. Sejak era Meteri Susi, terkait kualitas ikan yang harus dijaga memang tidak bisa ditolerir. Sedang, Sularso pun menegaskan memang ada dua kapal yang izinnya terkendala sehingga mengakibatkan harga ikan di Belitung turun misalnya tenggiri dari Rp 50 ribu menjadi Rp 35 ribu. “Tapi kita sudah bantu perizinannya, kendalanya yang mengurus izin mereka di Jakarta itu yang susah dihubungi,” jelas Sularso.

(dnl) (alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button