LENSA NASIONALNEWS

Wagub : Antisipasi Harga Mahal dengan Galakkan Pertanian

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Melonjaknya harga bahan pangan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terutama komiditi cabe merah keriting yang mencapai 100.000/kilo gram menyebabkan masyarakat enggan untuk berbelanja komoditi ini.

Melonjaknya harga cabe pada bulan-bulan tertentu seolah sudah menjadi tradisi  yang berulang setiap tahun ini, tanpa ada solusi yang pasti untuk mengantisipasi persoalan ini.

Menanggapi tingginya harga komoditi ini, Wakil Gubernur Babel, Hidayat Arsani mengatakan agar pemerintah dapat mengalakkan masyarakat untuk bertani, bertanam cabe yang diatur pola tanam dan dibantu pemerintah secara keseluruhan.

“Ajak berkebun, jangan cuma bisa beli, lahan kita masih luas, tanam cabe itu, jangan membeli dari Jakarta dan Palembang,” tegasnya, saat ditemui lensababel.com pada Senin (14/3).

Ia menegaskan, jika mengajak masyarakat bertanam cabe, pemerintah harus serius membina petani agar berhasil, mulai dari bibit, pupuk, hingga pasca panen. Bahkan, harus menurunkan insinyur ahli bila perlu dari ITB untuk membantu petani menjadi petani yang sukses bertanam cabe.

“Pemerintah jangan setangah-setengah, libatkan dinas, insinyur pertanian, harus serius agar ini berhasil. Lahan kita cocok untuk bertanam cabe, diatur jangan sampai ketika cabe melimpah petani kita panen, ketika cabe susah gak ada,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Yuliswan cuma bisa meminta pedagang untuk tak memanfaatkan kesempatan ini untuk menaikkan harga seenaknya. Ia juga  meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi tahunan seperti ini.

“Ini terjadi dimana-mana, bukan cuma di daerah kita, daerah lain juga sama, inikan tergantung cuaca, karena kondisi di beberapa daerah banjir, Sumsel juga sama cabe dan bawang naiknya tinggi, karena memang dikarenakan cuaca sehingga ada yang gagal panen,” terangnya.

Ditanya antisipasi, ia mengatakan Disperindag akan melakukan operasi pasar dalam waktu dekat, dan terus memantau perkembangan harga.

“Ya kita hanya bisa mengimbau saja, karena hasil kita terbatas, ya untuk operasi pasar tetap berkewajiban mengimbau jangan memberatkan masyarakat, jangan menaikkan terlalu tinggi,” imbaunya.

 

Penulis : Krisyanidayati

 

(alp)

 

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button