LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

RBT Tutup, APBD Babel berkurang 140 M

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyayangkan rencana penutupan Refined Bangka Tin (RBT) karena akan mengurangi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 140 Miliar jika RBT resmi menghentikan kegiatan operasi produksi.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Babel, Suranto Wibowo menyampaikan tinjauan hukum dan ekonomi akibat dari beredarnya informasi penutupan RBT bagi pendapatan negara maupun pendapatan provinsi yang berdampak pada pengurangan APBD maupun APBN mengingat RBT merupakan perusahaan pemilik IUP tersbesar setelah PT Timah di Babel.

“RBT merupakan salah satu penyumbang APBD dan APBN, kita menyayangkan kalau RBT memang tutup karena aktivitas RBT jika dilihat dari data bagi hasil yang untuk provinsi kita akan kehilangan¬† sekitar 140 Miliar, dana ini sudah dihitung dan dimasukkan ke dalam draft untuk pembangunan daerah. Selain itu negara akan kehilangan 900 Miliar itu royalti. Jadi mereka tidak bisa seenaknya saja menghentikan itu tanpa surat resmi ke Gubernur,” terang Suranto saat ditemui lensababel.com di ruang kerjanya pada Kamis (3/3).

Suranto menyebutkan secara resmi RBT belum mengajukan surat penghentian tambang  sesuai dengan peraturan perundang-undangan No 4 tahun 2009. Suranto menjelaskan jika perusahaan ingin menghentikan kegiatan operasi harus melaksanakan tanggungjawab reklamasi dan pasca tambang dan hal ini belum dilakukan RBT.

“Jadi begini RBT ini dari segi hukum dan ekonomi mereka tidak ada masalah, bahkan dari 15 IUP OP nya mereka sudah memiliki sertifikat CNC. Tapi ini juga belum jelas mereka menghentikan OP ini untuk sementara atau selamanya, karena secara resmi mereka belum mengajukan tertulis kepada pemerintah provinsi,” jelas Suranto.

Menurut Suranto pihaknya telah melakukan upaya koordinasi dengan pimpinan RBT terkait mencuatnya isu penutupan ini. Oleh karena itu ia berharap RBT dapat mempertimbangkan dampak dari kebijakan yang diambil oleh pimpinan RBT itu.

“Kita sudah lakukan rapat tertutup kemarin dengan pimpinan RBT bersama Gubernur juga, kita sudah sampaikan bahwa daerah masih berharap banyak dari kegiatan operasi ini, RBT juga harus mengikuti mekanisme dan aturan jika memang harus menghentikan OP ini,” sebutnya.

Disinggung terkait hasil pertemuan dengan perusahaan yang tergabung dalam Artha Graha Network tersebut, Suranto enggan menyebutkannya. Menurutnya akan ada rapat lanjutan untuk membahas persoalan ini.

“Mereka minta masukan, dan sudah kita jelaskan nanti akan ada rapat susulan. Terkait penyebab tutupnya ini alasannya sama yang disampaikan dengan di Media karena komitmen mereka untuk UNFCCC,” pungkasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button