LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

ESDM Awasi Langsung Smelter di Babel

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan lima tim ke Provinsi Bangka Belitung untuk melakukan pengawasan operasi produksi pada industri peleburan timah (smelter) yang ada di Babel.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel, Suranto Wibowo menjelaskan kedatangan tim dari ESDM terkait dengan implementasi Permendag 44 tahun 2014 dimana ada rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan ESDM terkait dengan Eksportir Terdaftar (ET) dan Perizinan Ekspor (ET) untuk di cek kebenaran dalam operasi produksinya.

“Pengawasan operasi produksi ini dilakukan karena saat ini proses ekspor timah diatur melalui permendag 44 tahun 2014 dimana dalam permendag tersebut aada semacam rekomenadasi dan pertimbangan teknis yang dikeluarkan ESDM untuk smelter-smleter yang ada di sini, sehingga perlu dicek kebenaran dari operasi produksinya,” terang Suranto saat ditemui lensababel.com pada Kamis (3/3).

Suranto menyebutkan tujuan dari ESDM ini untuk membuktikan tidak adanya kecurangan dalam proses operasi produksi yang dilakukan industri peleburan timah yang bernaung di Provinsi Babel dan melakukan pengecekan ulang terhadap ET dan PE yang sudah direkomendasikan ESDM.

“ET itu ada rekon yang dikeluarkan ESDM berdasarkan pertimbangan teknis Gubernur, kemudian pada saat ngurus PE ESDM mengeluarkan rekomendasi untuk mendapatkan PE. Untuk itu mereka harus kroscek data sekarang mereka mau membuktikan ada atau tidaknya smelter ini, benarkan produksinya sekian, benarkan kualitasnya sekian, gudangnya dimana, mereka ini mau mengetahui secara realnya,” sebut Suranto.

Menurut Suranto pihaknya pun rutin melakukan pengawasan Operasi Produksi pada smelter-smelter ini, karena pengawasan ini bertujuan untuk memperbaharui data dari hasil operasi produksi dan pengecekan ulang terhadap tanggungjawab yang harus dibayarkan perusahaan untuk negara maupun daerah.

“Pengawasan yang dilakukan provinsi dilakukan secara rutin termasuk K3LH nya, data produksi ini kan berujung pada data pembayaran royalti dan berujung juga pada APBD kita karena kita kan dapat bagi hasil berupan PNBP kita, kalau kita tidak ada awasi kita tidak ada data untuk menagih pembayaran,” ujarnya.

Disinggung terkait adanya temuan dalam pengawasan tersebut, Suranto menyebutkan hingga saat ini belum ada temuan kecurangan dari hasil pengawasan langsung. “belum ada temuan, ini kan belum selesai masih dalam proses karena ini kan 5 hari baru dimulai kemarin dan akan selesai di hari Sabtu, semua dilakukan pemeriksaan yang di Belitung juga diperiksa 4 tim di Bangka dan 1 tim di Belitung,” sebutnya.

Suranto menegaskan jika terdapat temuan dalam pemerikasaan tersebut pihaknya akan memberikan sanksi administrasi. Menurutnya karena yang memeriksa langsung dari ESDM jika ditemukan ketidakwajaran bisa juga berdampak pada pencabutan ET dan PE.

“Kalau ada temuan dilapangan, kita akan lakukan pembinaan, kalau tidak bisa kita bina mungkin stop sementara, tapi yang jelas ini sanksi administrasi dulu. Kalau dalam hal ini kan berkaitan dengan ET dan PE dan ini bisa saja dicabut untuk 6 bulan kedepan kalau ada penyimpangan-penyimpangan. Ya tergantung rekomendasi dari ESDM yang akan mempertimbangkan sanksinya,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button