LENSA NASIONALNEWS

Rustam : Dinas Pendidikan harus lebih memperhatikan siswa siswi berprestasi

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi, menyayangkan keputusan PT Timah yang berencana untuk tidak membuka kembali kelas unggulan di SMAN 1 Pemali. Bahkan pernyataan tersebut menimbulkan keresahan para siswa, seperti yang diberitakan di media.

“Saya sangat menyayangkan sekali, sikap pemimpin perusahaan PT Timah. Sekaliber perusahaan seperti itu, terlalu cepat melakukan langkah- langkah pemutusan bantuan kepada siswa di sekolah Pemali (SMAN 1 Pemali-red),” ucap Rustam, usai melantik 39 orang, pejabat esselon III Provinsi Babel, di Aula kantor Gubernur pada Jumat (5/2).

Rustam juga mengatakan, kejadian ini akan menjadi bahan pemikiran pemerintah, karena siswa berprestasi harus mendapat perhatian dan fasilitas yang mendukung. “Ini akan menjadi bagian dari pemikiran kami selaku pemerintah daerah kedepannya. Saya sudah berkoordinasi dengan Diknas Provinsi Babel, untuk lebih memperhatikan siswa- siswa yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya Rustam berjanji, melalui dana APBD pemerintah akan tetap membantu siswa-siswa berprestasi. “Pemerintah akan mengambil alih itu, tetapi untuk saat ini memang belum ada pemerintah daerah sharing dana ke sana (SMAN 1 Pemali-red). Tenang saja APBD kita kuat kok,” pungkasnya.

Sementara itu ditemui terpisah kabid pengawasan sekolah menengah atas Dinas pendidikan Bangka, Rafizi menyebutkan pihaknya telah membahas persoalan yang mencuat ke media ini sehingga menimbulkan keresahan bagi orang tua siswa.

“Ya, orangtua resah, karena asumsi mereka bantuan ini berhenti total, artinya asrama gak ada operasionlanya. padahal kan enggak demikian, cuma rekrutmen tahun ajaran 2015 itu gak ada lagi, awal tahun lalu ini pernah dibahas,kita¬† mengadakan pertemuan, kita berharap untuk tahun ajaran 2015/2016 ada penerimaan, ternyata gak ada,” sebutnya.

Menurut Rafizi kelas unggulan ini sudah berlangsung sejak tahun 2000 silam sehingga sudah memberikan kontribusi yang besar yang bisa dilihat dari hasil prestasi yang dicetak oleh siswa unggulan. Berdasarkan pertimbangan tersebut dirinya menyangkan jika program kelas unggulan ini dihentikan.

Disinggung jika salah satu solusi mempertahankan kelas unggulan adalah dengan dana sharing dari kabupaten/kota, Rafizi mengaku menyanggupi untuk agar solusi tersebut dapat dilaksanakan.

“Kalau suport dana sharing kami setuju, mudah-mudahan setiap kepala daerah bisa dukung untuk pendanaan, dan saya harap porsi timah bisa lebih signifikan atau lebih besar,” sarannya.

Ia menilai, bantuan adanya kelas unggulan ini merupakan kontribusi nyata PT Timah dibidang pendidikan di Babel, dan ia berharap akan terus ada sebagai eksistensi dan kontribusi timah untuk pendidikan Babel.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button