LENSA NASIONALNEWS

Rizkia : Saya fokus mempersiapkan UN, dan yakin dengan PT Timah

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Khumaira Rizkia, salah satu siswi SMA 1 Pemali Kabupaten Bangka kelas unggulan yg telah merasakan bantuan pendidikan dari PT Timah melalui program CSR mengharapkan PT Timah terus menggelontorkan dana untuk program kelas unggulan karena dinilai membantu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas.

Menanggapi wacana penghentian bantuan pendidikan yang beredar di media massa, Rizkia meyakini bahwa PT Timah tidak akan memutuskan secara sepihak pemberian bantuan ini mengingat kontribusi yg diberikan PT Timah selama dirinya mengenyam pendidikan secara gratis di kelas unggulan.

“Saya yakin tidak akan diputusin secara sepihak, selanjutnya terserah PT Timah, kita sudah luar biasa dikasi beasiswa berusaha agar reputasi kelas unggulan ini terus berprestasi dan didalam kita belajar dengan keras,” sebut Rizkia saat ditemui di SMA 1 Pemali pada Jum’at (5/2).

Siswa yang duduk dikelas XII ini mengakui sudah mengetahui pemberitaan terkait pengalihan sistem bantuan dana pendidikan. Ia dengan santai menyebutkan dirinya meyakini PT Timah tidak begitu saja menghentikan ini dan mengaku dirinya lebih fokus untuk mempersiapkan UN yang akan digelar 2 bulan mendatang.

“Kepikiran sih ada, nanti gimana kita kalau mau UN, tapi kan kalau kita takut kan kita gak maju-maju, cuma saya meyakini bahwa ini hanya keresahan saja, kan memang isu ini sudah tahun lalu, di asrama kita juga sering membahas dengan teman-teman tentang keberlanjutan kelas unggulan yg dibiayai PT Timah,” sebutnya.

Siswi pengukir prestasi diolimpiade nasional ini mengapresi bantuan yg telah diberikan PT Timah kepada dirinya dan teman-temannya yang diberikan kesempatan pendidikan dengan sistem boarding school serta dilengkapi fasilitas yang telah disediakan.

“Kita banggain Timah karena memang sangat membantu, kita dapet beasiswa dari kelas 1-3 benar benar besar biaya yang dikeluarkan, teman-teman kita banyak juga yg berada dikalangan yang tidak mampu sehingga dengan dibantunya uang pendidikan secara utuh mulai dari seragam, buku, biaya spp, tempat tinggal, dan biaya makan ini tentunya sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Rizkia mengakui dirinya masih mengharapkan program tersebut¬† masih dibuka lagi untuk generasi Babel yg ingin mengenyam pendidikan seperti dirinya. “Sebenarnya beasiswa ini masih harus dilanjutkan untuk memajukan pendidikan daerah, tapi kan kita hanya bisa berharap yang memutuskan kan bukan kita, cuma sayang aja kalau ini tidak dilanjutkan, karena didalam asrama kita diajarkan banyak hal untuk menjadi manusia yg cerdas secara intelektual maupun emosional,” tandasnya.

Kepala sekolah SMA 1 Pemali, Sri Hardiyati mengkaui kebenaran adanya keresahan dari para siswa unggulan terkait pemberitaan penghentian bantuan dana pendidikan yg digelontorkan perusahaan plat merah tersebut.

“Ya memang ada yang bertanya seperti siswa yang kelas XII asal toboali pernah bertanya ke saya, gimana bu kalau diberhentikan saya harus ngekos dimana, masak saya harus pindah ke toboali bu kan sebentar lagi mau UN, tapi saya yakinkan mereka agar mereka untuk tetap fokus pada UN dan dirinya meyakini PT Timah tidak akan memutuskan secara sepihak,” sebutnya.

Hardiyanti juga masih berharap program ini masih dilanjutkan karena menurutnya yang membedakan kelas unggulan dengan siswa lainnya ialah sistem boardingnya yang dilakukan dengan sistem pembinaan yang meningkatkan motivasi siswa untuk bersaing secara sehat.

“Yang membedakan itu kan adalah sistem boardingnya, disana mereka belajar terus waktu belajarnya juga disiplin, pengembangan bahasa ditingkatkan, kami berharap ini terus berjalan karena gimana ya rasanya sesuatu yang terhenti itu,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button