LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

PT Timah Mengalami Pertumbuhan ditengah Menurunnya Harga Timah Dunia

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktur Utama PT Timah, Sukrisno menampik menurunnya kinerja perusahaan dalam tiga tahun terakhir sebagaimana yang disampaikan IKT di media beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan perusahaan penghasil timah terbesar tersebut justru mengalami pertumbuhan berdasarkan hasil audit.

Dalam Press Conference dengan sejumlah awak media sukrisno menyampaikan laporan keuangan tiga tahun terakhir yg telah di audit oleh Price Water House (PWC) perusahaan yang berskala internasional untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan hingga 2014.

“Saya akan mengklarifikasi mengenai pernyataan IKT adanya penurunan kinerja dalam 3 tahun terakhir. Setiap tahun Laba mengalami  peningkatan, jadi  tidak tepat statement yg dilontrakan ikt kalau perusahaan menurun,” ujarnya pada selasa (2/1) di ruang pertemuan PT Timah.

Didampingi direksi lainnya ia menyampaikan peningkatan kinerja dapat dilihat dari total aset dan total equitas perusahaan dari 2012-2014. Berdasarkan data tersebut pihaknya menegaskan bahwa perusahaan plat merah tersebut mengalami pertumbuhan. Meskipun pada tahun 2015 diperkirakan tidak terjadi pertumbuhan yang pesat mengingat melemahnya harga komoditi ini.

“Jumlah aset PT Timah di 2012 6,130 triliun, tahun 2013 8,244,019 triliun dan tahun 2014 mencapai 9, 752,477triliun ini kan meningkat setiap tahunnya begitu pula dengan total ekuitas pada tahun 2012 4,558,200 triliun, tahun 2013 5, 252,835 triliun dan tahun 2014 5,608,242 triliun. Pada equitas memang tidak signifikan tetapi ini terus mengalami pertumbuhan,” jelasnya

Sukrisno menyebutkan data yang mereka rilis berdasarkan hasil audit PWC yg diketahui track recordnya telah mendapat pengakuan dunia sehingga hasil yang diaudit tersebut memang benar adanya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pembohongan terkait kondisi perusahaan.

“Data ini berdasarkan audit, auditor yg dipilih memiliki kredibilitas yg tinggi. Dari hasil audit ini kita mengetahui laba usaha maupun laba bersih termasuk utang perusahaan. Apa yang dikata-katakan seolah” memanipulasi itu tidak benar karena laporan yang sudah diaudit ini sudah jelas,” tegasnya.

Ia juga membeberkan utang perusahaan yang meningkat setiap tahunnya dikarenakan stok logam timah yang masih banyak, namun menurutnya berkurangnya kinerja perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari hutang tapi dari aset lancar pula.

Berdasarkan data yang dirilis PT Timah utang usaha PT Timah meningkat drastis setiap tahunnya pada tahun 2012 hutang usaha perusahaan 337miliar, sedangkan tahun 2013  meningkat menjadi 406 miliar dan tahun 2014 menjadi 851 miliar. Sedangkan utang Bank Jangka Pendek tahun 2012 263 miliar, tahun 2013 1,36 triliun dan tahun 2014 meningkat menjadi 2,3 trilun.

“Mengapa hutang naik karena strategi dri perseroan stok logam timah belum dijual dikarenakan harganya kurang bagus, untuk operasional kita menggunakan bank jangka pendek. Ini dikompensasi dari aset lancar inilah yg namanya logam timah bukan berarti kita menaikkan untang ini untuk menghamburkan. Aset kita bertambah dari tahun ketahunnya,” bebernya.

Ia juga menyampaikan laba usaha dalam 3 tahun terakhir pada 2012 laba usaha 651 miliar, tahun 2013 829 miliar, dan 2014 mencapai 925 miliar. Sedagkan laba tahun berjalan mencapai 432 miliar pada tahun 2012, pada tahun 2013 meningkat 581 miliar, dan 2014 mencapai 638 miliar.

Sukrisno bahkan menegaskan bahwa perusahaan BUMN ini masih dalam keadaan baik-baik saja ditengah merosotnya komiditi ini. Ia bahkan meyakinkan bahwa perusahaan masih bisa survive yang dibuktikan dengan tidak adanya pemutusan hubungan kerja bagi bagi para karyawan.

“Kita mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu, Kita masih bisa survive bahkan tahun lalu kita mengangkat karywan 400 orang. Sampai tahun 2015 belum ada phk,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button