LENSA NASIONALNEWS

Pemda Bateng Siapkan Stand Untuk Pedagang saat GMT

Lensa Bangka Belitung, Pangkalanbaru – Menyambung Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret mendatang pemerintah daerah Bangka Tengah (Bateng) telah menyiapkan puluhan stand bagi pengusahan industri kreatif maupun pedagang yang ining menjajakan produk kesenian maupun makanan khas Bangka Belitung (Babel) di sepanjang pantai terentang pada tanggal 6-9 Maret.

Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman Djohan menyebutkan pihaknya telah menyediakan kawasan khusus untuk lokasi penjualan dan pameran. Luas lokasi ini mencapai 4,5 kilometer di sepanjang pinggir pantai tertentang.
“Kita sudah siapkan stand ada sepuluh lebh lah standnya untuk ukm yang ingin menjual produknya, tetapi mereka yang mau berjualan ini dan dapat harus laporkan dulu kepada panitia agar nanti diarahkan,” sebut Erzaldi saat dihubungi lensababel.com.
Ia menyebutkan hingga saat ini sudah ada beberapa yang akan membuka stand yang akan memeriahkan lokasi pemantauan GMT. Selain itu Erzaldi mengingatkan agar para pedagang untuk tetap menjaga lingkungan dengan menyiapkan tempat sampah disetiap stand penjualan.
“Sejauh ini sudah ada beberapa UKM yang akan memakerkan kira-kira 200 item produk pada GMT nanti, kita berharap ini bertambah lagi, jadi orang yang ingin mencari buah tangan dari melihat GMT ini kan tidak perlu mencari jauh-jauh,” katanya.
Erzaldi menegaskan para pedagang dilarang untuk membukan stand atau lapak didekat areal pantai. Areal Pantai hanya bisa dimasuki oleh pedagang asongan dan yang menggunakan sepeda. Kebijakan ini diambil pemerintah guna menjaga kelestarian pantai dari sampah.
“Areal pantai tidak boleh masuk pedagang yang pakai stand kecuali pedagang dengan sepeda dan asongan,” sebut Erzaldi.
Menurut Erzaldi pedagang yang akan berjualan di kawasan pemantauan GMT harus menjaga harus mengikuti ketentuan panitia seperti menjaga kesterilan produk dijual terutama pedagang makanan. Selain itu, Erzaldi juga menekankan keramahan pelayanan menjadi budaya yang harus diterapkan saat GMT nanti.
“Yang mau dagang harus ikut aturan kita, misalnya pedagang makanan harus pakai sarung tangan, harus berpakain rapih, kalau tidka melaksanakan ini akan kita tegur. Kita tegas untuk soal ini karena ini yang akan membangun image pariwisata kita,” pungkasnya.
Penulis : Krisyanidayati
(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button