LENSA NASIONALNEWS

Pantai Terentang Kawasan Terluas untuk Saksikan GMT

Lensa Bangka Belitung,  Pangkalanbaru – Pantai Terentang, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) merupakan kawasan terluas untuk menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 maret mendatang dengan luas wilayah penglihatan sepanjang 9 Kilometer.

Pemerintah daerah Bateng mengoptimalkan anugrah Tuhan tersebut dengan membagai lokasi 9KM tersebut untuk lokasi penelitian, lokasi masyarakat umum yang ingin menyaksikan GMT, dan lokasi utama. Selain itu pemda juga melakukan strelisasi kendaraan pada saat GMT di kawasan pantai terentang.

‘Luas areal di terentang itu 3,9 KM, kalau sampai dengan arung dalam itu mencapai 9KM itu bisa dilihat semua, ini paling luas untuk pengunjung kita pasti bisa menyaksikan fenomena langka ini,’ ujar Bupati Bateng, Erzaldi Rosman Djohan saat dihubungi Lensababel.com pada Sabtu (27/2).

Erzaldi menyebutkan pihaknya telah mempersiapkan berbagai event-event kebudayaan dan pameran untuk memanjakan para wisatawan yang akan menyaksikan GMT di Bateng. Ia menambahkan selain menyediakan lokasi khusus untuk penelitian pihaknya juga menyiapkan 10 teropong dan 5500 kacamata untuk melihat GMT.

‘Karena garis terpanjang ada di pantai terentang ini pas 9KM 9 maret, kita maksimalkan momentum ini untuk mengenalkan potensi wisata kita,’ sebutnya.

Untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan GMT dan tamu-tamu penting, Erzaldi menyebutkan pihaknya akan melakukan strelisasi kawasan pinggir pantai dari pedagang yang bertenda.

‘kita tidak ingin mereka yang mau menyaksikan ini terganggu, jadi yang boleh masuk untuk berdagang itu kedalam pantai hanya pakai sepeda dan asongan, kalau untuk yang stand kita siapkan diluar tempat itu,’ jelasnya.

Erzaldi berharap momentum GMT ini juga dapat mendorong untuk meningkatkan gairah perekonomian masyrakat yang melesu akhir-akhir ini. Ia juga meminta agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang inu untuk menpromosikan dan menjual produk makanan maupun kerajinan dengan mengutamakan pelayanan yang ramah.

‘Dengan banyaknya wisatawan  yang datang mereka akan belanja dan kalau orang asing itu kan mereka bawanya dolar, jadi ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk jualan barang atau makanan, jangan sampai kejian STQ terulang kembali orang mau beli lele pada habis semua, ayo kita bahu membahu untuk mendorong pariwisata ini,’ pungkasnya.

Penulis : Krisyanidayati
(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button