LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Distamben Akomodir Bantuan Pengusaha Tambang Bagi Korban Banjir

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengakomodir bantuan dari pelaku usaha pertambangan bagi korban banjir di pulau bangka yang terjadi pekan lalu. Hingga hari ini bantuan tersebut terus disalurkan guna mempercepat normalisasi pasca banjir.

Kepala Dinas Distamben, Suranto Wibowo mengatakan para pelaku usaha pertambangan antusias dalam memberikan bantuan yang akan disalurkan oleh tim dari distamben baik melalui posko maupun diserahkan langsung kepada masyarakat.

“Ini baru dibentuk tim sejak Kamis kemarin dan langsung kita sebarkan informasinya, sudah banyak yang berbondong-bondong memberikan bantuan. Ini kan kita mengkoordinir nanti disalurkan lagi,” ujarnya saat dihubungi lensababel.com.

Suranto menyebutkan para pelaku usaha pertambangan telah memberikan bantuan secara mandiri kepada masyarakat namun pihaknya ingin mengkoordinir guna kejelasan bantuan yang akan diberikan sesuai dengan instruksi Gubernur Babel.

“Secara mandiri mereka sudah lakukan itu cuma kita koordinir supaya jelas bantuannya pengusaha tambang yang mungkin dijadikan kambing hitam dalam bencana ini. Padahal ada banyak bentuk kepedulian yang telah dilakukan untuk membantu bencana ini,” sebutnya.

Disinggung terkait tambang dijadikan faktor yang menyebabkan terjadinya bencana ini, Suranto menyayangngkan hal tersebut. Karena menurutnya pertambangan bukanlah faktor utama penyebabnya dan pelaku pertambangan telah menunjukkan kepeduliannya.

“Kalau itu mungkin perlu kajian lebih lanjut terkait dampak-dampak lingkungan akibat dari pertambangan terhadap lingkungan hidup, hal ini kan juga terjadi karena curah hujan yang terlalu tinggi ditunjang dengan pasangnya air laut,” ungkapnya.

Suranto berharap pertambangan dapat berdampingan dengan pelaku usaha lainnya maupun masyarakat. Ia menilai pertambangan masih menjadi stimulus untuo perekonomian. Bencana yang terjadi merupakan momentum untuk instropeksi dan memperbaiki pertambangan kearah good minning practice.

“Pertambangan itu masih dibutuhkan untuk menstimulus sektor real kita kemudian berdampingan dengan pelaku usaha lain kita akan tata kelola lagi lebih baik sehingga tidak ada yang dirugikan baik bagi pelaku usaha lain maupun masyarakat agar dapat berdampingan dengan pengusaha pertambangan,” sebutnya.

Fery Herdiyanto, Ketuan Tim posko peduli banjir Babel 2016 menyebutkan saat ini bantuan terus berdatangan dari para pengusaha pertambangan. Ia mengatakan pihaknya hanya menerima bantuan dalam bentuk barang tidak dalam bentuk uang.

“Baru dua hari kita buka posko beras sudah terkumpul 7 ton, air mineral dan peralatan lain seperti pakaian, makanan, obat-obatan dan peralatan sekolah juga sudah terkumpul banyak, ini membuktikan komitmen dan kepedulian para pelaku usaha tambang dalam membantu korban banjir,” ujarnya mendampingi kepala dinas distamben.

Fery menambahkan pihaknya menyalurkan bantuan tersebut melalui posko dan mendistribusikan langsung kepada masyarakat didaerah terisolir. “Kita cuma menerima bantuan dalam bentuk barang tidak uang, seperti beras, mie, selimut, bantal dan sudah banyak kita distribusikan mulai dari pangkalpinang hingga kepelosok,” ujarnya.

Ia menyebutkan hari ini tim nya berencana akan menyalurkan bantuan ke kawasan Bangka Barat khususnya Jebus. “Di pangkalpinang kita sudah sampai ke kampung sebrang jumlah bantuannya juga banyak yang masuk, kita kemarin sudah ke Bateng dari namang sampai nibung, nanti kita rencana mau ke Babar juga,” terangnya.

Salah Satu Perwakilan dari perusahaan Pach Panga, Wanida dikonfirmasi saat menyalurkan bantuan mengaku senang dan terbantu dengan adanya posko yang dibentuk Distamben karena menuutnya bantuan yang disampaikan akan tepat sasaran.

“Senang bisa bantu korban banjir, ini memang sudah kita lakukan di luar tapi di posko ini kita bantu lagi mulai dari beras hingga pakaian dalam agar dapat membantu korban sampai kerumahnya langsung. Kita akan bantu lagi apa yang kurang,” sebutnya usai menyerahkan bantuan di depan kantor Distamben.

Wanita berkebangsaan Thailand yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengaku perusahannya akan memberikan kontribusi untuk membantu korban banjir. “Sudah lima tahun disini perusahaan tempat saya bekerja akan bantu korban banjir baik melalui posko distamben maupun yang dibentuk perusahaan sendiri,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close