LENSA NASIONALLENSA TINS

Aksi IKT Berdampak Pada Menurunnya Kepercayaan Investor

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktur Utama PT Timah, Sukrisno menyayangkan sikap Ikatan Karyawan PT Timah yang menyatakan kondisi perusahaan berada dalam ambang kebangkrutan yang berdampak pada berkurangnya kepercayaan pemegang saham.

Menurut sukrisno aksi tersebut mendapat sorotan dari banyak pihak dan memengaruhi tingkat kepercayaan pemegang saham, padahal laporan tersebut tidak benar adanya. Ia bahkan menyebutkan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terkait aksi tersebut.

Ia mengakui pihaknya memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dalam aksi ini akan dilihat seberapa besar pelanggaran yang dilakukan. Perjanjian yang ditandatangani oleh IKT dan perusahaan yang disaksikan instansi terkait ini menjadi dasar direksi untuk mengambil langkah dalam menentukan jenis pelanggaran.

“Kalau diperusahaan ini kita ada PKB, apa pun yang terjadi ini masalah internal dan yang melanggar ketentuan PKB itulah yang akan dikenakan peringatan, peringatannya mulai dari teguran hingga pemecatan,” kata Sukrisno Selasa (2/2) saat memberikan penjelasan kepada media massa di Kantor PT Timah Tbk Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sukrisno menyebutkan pihaknya hingga saat ini masih menggodok aksi yang dilakukan IKT tersebut. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran dari perjanjian PKB maka pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut.

“Jika IKT memang melanggar ketentuan PKB, ada banyak bentuk pelanggaran seperti pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Kita juga memahami bahwa pada proses ini kan ada pihak yang bertanggungjawab, jika memang diketahui ada pelanggaran yang sengaja dilakukan tanpa konfirmasi dengan manajemen itu kan bisa berdampak pada pencemaran nama baik,” terangnya.

Ketika disinggung soal IKT yang meminta dirinya mundur dari tonggak kepemimpinannya itu, Sukrisno menyatakan dengan jelas bahwa dirinya hanya dapat dilengserkan melalui Rapat Usaha Pemegang Saham (RUPS).

“Ini peristiwa tahunan yang terjadi saat mendekati RUPS, sebenarnya permintaan mundur menjadi ritual tahunan, tapi pada dasarnya jika ini tidak menyinggung laporang keuangan sebenarnya saya tidak akan merespon secepat ini. Namun karena masalah laporan keuangan maka saya rasa saya perlu mengklarifikasi hal ini,” ujarnya.

Sukrisno menyebutkan hingga saat ini pihaknya lebih fokus pada pengembalian kepercayaan pemilik saham PT Timah, mengingat informasi yang beredar dengan begitu pesat dapat mengkhawatirkan para pemilik saham.

“Adanya informasi yang menyatakan kondisi perusahaan dalam keadaan tidak baik, itu berdampak langsung pada kepercayaan investor kepada kami, oleh karena itu langkah awal yang akan kami lakukan adalah mengembalikkan kepercayaan tersebut, mungkin nanti kuat akan melakukan pertemuan internal,” ungkapnya.

Penulis : Kriyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button