LENSA KRIMINALNEWS

Tersangka Besi Banci Ditangguhkan

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), AKBP Abdul Mun’im membenarkan bahwa penyidik Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap 6 pemilik Toko Bangunan (TB).

Padahal kesemuanya sudah ditetapkan penyidik sebagai Tersangka (Tsk) atas pelanggaran niaga besi non Standar Nasional Indonesia (SNI) alias Besi Banci. Dari keenam Tsk yang ditangguhkan penahanannya tersebut, satu diantaranya mengalami penurunan kondisi kesehatan atau sakit.

“Benar, penyidik menangguhkan penahanan terhadap seluruh Tersangka. Penangguhan pun didasari oleh pertimbangan yang kuat dari penyidik. Pertama, seluruhnya kooperatif dalam pemeriksaan. Kedua, mereka bertempat tinggal yang tetap. Ketiga, ada salah satu Tersangka yang mengalami sakit,” ungkap Kabid Humas.

Sejauh ini penyidik Subdit I Indag Dit-Reskrimsus Polda Babel secara maraton melaksanakan pengambilan keterangan terhadap setiap Tsk guna melengkapi pemberkasan untuk diserahkan kepihak pengadilan bersama barang bukti dan hasil uji laboratorium.

Dalam perkara ini, penyidik pun menerapkan Pasal 8 ayat 1 huruf (a) dan (c) Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen subsidair Pasal 113 UU-RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp5 miliar.

Diketahui sebelumnya, aparat menyita ribuan batang besi cor dari 6 toko bangunan lantaran diduga melanggar ketentuan ukuran yang ditetapkan SNI. Besi-besi tersebut merupakan besi banci karena tak sesuai ukuran diameter yang tertera pada SNI dan besi tak tercantum label SNI.

Adapun keenam pelaku usaha yang diketahui melanggar SNI, yakni PT Fajar Indah milik Sunarto Jacob di jalan Depati Hamzah Kelurahan Semabung Baru Pangkalpinang dan CV Ultra Teknik milik Hendra di jalan Jenderal Soedirman Kelurahan Taman Bunga.

Kemudian TB Sinar Agung milik Arivanto alias Asen di jalan Jenderal Soedirman Kelurahan Gudang Padi, TB Lia milik Yulia di jalan Depati Hamzah Kelurahan Air Itam, TB Citra Abadi milik Maria Fransisca di jalan Raya Belinyu Desa Kudai Sungailiat serta TB CCL milik Ngit Njong di jalan Sinar Jaya Kelurahan Sinar Baru.

Barang bukti yang diamankan aparat yakni sebanyak 4.585 batang besi non-SNI, terdiri dari 750 batang besi ukuran 8mm KHS SNI milik PT Fajar Indah, 150 batang besi 6mm polos dan 10 batang besi 12mm KSTY SNI milik CV Ultra Teknik. Lalu 800 batang besi 8mm SII SNI, 100 batang besi 10mm MI SNI dan 100 batang besi 12mm SII SNI milik TB Sinar Agung.

Selanjutnya 50 batang besi 6mm polos, 85 batang besi 8mm SII SNI dan 20 batang besi 12mm ED SNI milik TB Lia. Juga 600 batang besi 6mm polos, 200 batang besi 8mm SAS SNI dan 200 batang besi 10mm ES SNI milik TB Citra Abadi. Serta 500 batang besi 8mm SII SNI, 920 batang besi 10mm SII SNI dan 100 batang besi 12mm MI SNI milik TB CCL.

Penyidik pun menitipkan barang bukti ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pangkalpinang. Sedangkan 20 sample dikirim ke laboratorium Institut Teknologi Bandung (ITB), sample yang dikirim sepanjang 1,2 meter. Aturannya, untuk besi cor SNI ukuran 8mm minimal memenuhi standar toleransi kekurangan yakni 0,3 mm, sedangkan besi ukuran 10mm dan 12mm toleransinya 0,4 mm.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button