LENSA NASIONALNEWS

Pemda siapkan diri sambut GMT

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung (Babel), K A Tajjudin mengakui pihaknya terus mempersiapkan diri untuk menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) yang diprediksikan akan muncul pada 9 Maret mendatang.

Fenomena alam langka ini diperkirakan akan mendulang wisatawan domestik dan mancanegara ke negeri Serumpun Sebalai mengingat hanya daerah-daerah tertentu yang akan dilintasi GMT. Wisatawan dan masyarakat dapat menyaksikan langsung GMT di Babel di tiga lokasi yakni di Bangka Tengah (Bateng), Belitung Timur (Beltim), dan Belitung.

“Jadi lokasi pengamatan GMT ada 3 lokasi yakni di Belitung, Beltim, dan Bateng. ketiga lokasi ini tentu memiliki keunggulan masing-masing, saat ini kami belum dapat pastikan dimana pusat pengamatan untuk tamu VVIP karena akan disurvey terlebih dahulu untuk meninjau GMT,” jelas Tajjudin saat ditemui usai rapat di Kantor Gubernur pada Selasa, (12/1).

Tajjudin menyebutkan GMT merupakan gerbang untuk memperkenalkan pariwisata Babel, oleh karena itu pihaknya melalui pemerintah kabupaten telah menyiapkan beberapa event-event budaya, seni, dan olahraga guna memikat para wisatawan agar terus berkunjung ke Babel usai GMT.

“Ini adalah gerbang bagi kita untuk memperkenalkan potensi-potensi pariwisata yang kita miliki, agar nanti wisatawan itu kembali lagi kesini untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten daerah-daerah yang akan dilintasi GMT untuk mempersiapkan event-besar dalam eangak mendukung GMT,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten yang dilalui GMT ini diminta untuk mempersiapkan secara maksimal event-event budaya dan keindahan alam Babel. “Ketiga daerah ini yang akan mengadakan event sendiri-sendiri ada atraksi budaya, atraksi seni, dan event olahraga ada yang mengusulkan untuk gowes jadi untuk event tidak ada yang difokuskan di satu tempat tapi disebar di 3 daerah itu, dan pemerintah provinsi akan dukung itu,” terangnya.

Ia juga meminta kabupaten-kabupaten yang tidak dilintasi GMT untuk melakukan persiapan dikarenakan wisatawan yang datang tidak hanya menyaksikan GMT saja namun juga ingin menikmati keindahan dan kebudayaan di Babel.

“Kemudian juga daerah-daerah yang tidak dilintasi GMT saya kira juga perlu melakukan persiapan seperti pangkalpinang, Basel dan lainnya itu juga perlu karena wisatawan ini tentu membutuhkan objek wisata lainnya sambil mengunggu GMT baik sebelum maupun setelah GMT,” harapnya.

fenomena 40 tahunan ini akan mendatangkan banyak wisatawan dari mancanegara maupun wisatawan domestik, mengingat banyak peneliti maupun orang yang ingin menyaksikan peristiwa langka ini. Menurut Tajjudin Babel berpotensi besar untuk didatangi karena letak geografis Babel yang mendukung dibandingkan dengan 9 daerah lainnya.
Ia berharap adanya fenomena alam ini dapat memperkenalkan budaya, pariwisata, kuliner, dan seni Babel yang lebih mendunia. Selain itu ia menginginkan masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk dijadikan peluang usaha sehingga dapat memberikan dampak ekonomi.

“Momentum GMT ini harus dimanfaatkan masyarakat setempat seperti buka usaha-usaha yang produktif misalnya menjual kacamata untuk mengamati GMT silahkan manfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button