LENSA KRIMINALLENSA NASIONALNEWS

Masyarakat Harus Waspada Pendatang Guna Deteksi Ormas Terlarang

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Maraknya gerakan organisasi masyarakat (ormas) terlarang di Wilayah-wilayah Indonesia, menuntut masyarakat untuk waspada terhadap pendatang. Bangka Belitung (Babel) dengan kondisi geografisnya berpotensi sebagai daerah dikunjungi pendatang harus meningkatkan kewaspadaan untuk mengawasi orang asing duna mendeteksi dini kehadiran ormas terlarang.

Kabid Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Babel, Riswardi didampingi KaSubid Penanganan Konflik, Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing Kesbangpol Babel, Dra Susilawani mengatakan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawasi penduduk datang yang tersebar di wilayah hukum Babel.

“Babel dengan jumlah ratusan pulau, pengawasan terhadap penduduk pendatang harus diawasi dengan ketat, peran serta masyarakat juga kita tingkatkan,” ujar Risawadi saat ditemui pada Rabu (20/1).

Ia menambahkan pengawasan terhadap penduduk pendatang dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat untuk melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan instansi terkait. Ia juga berharap masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sosial guna mendeteksi ormas-ormas yang terlarang.

“Melalui kelembagaan dan aparatur intelijen, bekerjasama dengan masyarakat agar meningkatkan pencegahan terjadinya aksi-aksi yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Riswardi menghimbau kepada masyarakat untuk berperan proaktif dengan segera melaporkan ke perangkar desa bila terjadi hal-hal yang mencurigakan yang dapat meresahkan warga. Tindakan ini diperlukan sebagai langkah awal untuk melakukan deteksi dini dari terbesarnya ormas terlarang yang meresahkan masyarakat.

“Bila ada sesuatu aksi yang mencurigakan, apakah itu gerak-gerik orang atau barang yang mencurigakan, prosedurnya laporkan saja ke aparat terkait atau ke perangkat desa. Orang yang tidak dikenal, harus diawasi untuk lapor ke RT setempat, sebagai bentuk langkah awal deteksi dini terjadinya konflik atau gangguan keamanan di masyarakat,” terangnya.

Terkait isu adanya Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akhir-akhir ini meresahkan Riswardi mengatakan, beberapa tahun yang lalu memang ormas  tersebut pernah mendaftar untuk legalitasnya. “Memang ada beberapa tahun lalu, tapi hingga saat iniKesbangpol belum pernah memberi legalitas ormas tersebut.Perkembangan isu dimasyarakat juga kita pantau terus dengan ketat, Kesbangpol selalu mengupayakan deteksi dini terhadap gejala-gejala konflik di masyarakat,” imbuhnya.

Susilawani menambahkan pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai  pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap asing. “Berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri No 49 dan 50 tahun 2010, yaitu kesbangpol sebagai pemantau tenaga kerja asing dan lembaga asing. Untuk melaksanakan amanat tersebut Kesbangpol Babel bekerjasama dengan Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Babel, untuk pengawasan tenaga kerja asing. Sedangkan untuk lembaga asing dan organisasi masyarakat asing, termasuk adanya peneliti asing, kesbangpol Babel bekerjasama dengan pihak Polda Babel, dalam hal ini Dir Intel Babel, Korem dan Kanwil Kemenkumham.

Gubernur Babel, Rustam Efendi juga menghimbau kepada masyarakat Babel untuk terus waspada dan hati-hati terhadap pergerakan ormas-ormas yang meresahkan masyarakat. “Saya pikir ancaman ormas seperti gafatar ini terjadi di seluruh provinsi, aparat keamanan dan masyarakat dapat bekerjasam dengan segera melaporkan tindakan-tindakan mencurigakan,” tuturnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button